Surabaya

1.200 Delegasi dari 40 Negara Bermufakat Pilih Risma Jadi Presiden UCLG Aspac

Risma Terpilih Sebagai Presiden UCLG Aspac, Ajak Daerah Asia Pasific Bangun Daerah di Tengah Dampak Global Warming

1.200 Delegasi dari 40 Negara Bermufakat Pilih Risma Jadi Presiden UCLG Aspac
fatimatuz zahroh
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini terpilih sebagai Presiden UCLG Aspac 2019-2020. Ia berfoto bersama antara lain, Won Hee-Ryong yang jadi presiden UCLG periode sebelumnya. Terlihart juga perwakilan peserta UCLG Aspac Congress di Dyandra Convention Center,┬áJumat (14/9/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Menjadi calon tunggal, Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya, terpilih sebagai Presiden United Cities Local Goverment (UCLG)  Asia Pacific periode 2019-2020.

Risma terpilih setelah 1.200 peserta 7th UCLG Aspac Congress dari 40 negara bermufakat memutuskan Risma sebagai Presiden UCLG Aspac.

Risma terpilih menggantikan Won Hee-Ryonh, presiden UCLG sebelumnya yang berasal dari Korea Selatan.

Usai dinyatakan terpilih, Risma mengungkapnya perasaannya mendapatkan amanah menjadi orang nomor satu dalam organisasi UCLG Aspac. 

"Aku juga nggak minta, aku juga nggak kampanye. Ya mereka menyetujui, saya juga nggak tahu. Tapi ya ini amanah berat,  dan saya juga ingin membantu mereka," kata Risma, Jumat (14/9/2018) usai pemilihan. 

Lebih lanjut,  ia mengaku sudah lama bergabung dalam UCLG Aspac.  Ia sudah sering berkunjung ke banyak daerah,  ke Quito,  ke Pakistan,  Columbia.  Dan ia banyak mengamati kondisi daerah di luar Surabaya

"Dan memang,  yang saya inginkan,  di sisi jabatan saya sebagai wali kota,  saya ingin berbagi untuk daerah lain," kata Risma. 

Ia mengatakan,  wilayah Asia Pasific ini rentan terkena dampak global warming.  Oleh sebab itu ia ingin membantu dan berbagi ilmu agar wilayah Asia Pasific bisa membangun daerahnya. 

Selain itu juga permasalahan-permasalahan di perkotaan.  Apa yang sudah dilakukan di Surabaya ingin dibagi ke kepala daerah lain di Asia Pasific. 

"Itu yang juga ingin saya bantukan bagimana Surabaya merawat anak-anak kita. Ada beberapa masalah,  seperti sex addict, gadget, trafficking. Saya punya pengalamanan itu dan itu yang kami untuk bantu," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help