Surabaya

Sopir Taksi Online Menang Lawan Kemenhub, Inilah Alasan Kuat Versi Pengacara

Ketika negara tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan, masyarakat sebagai driver online tidak minta bantuan pemerintah tapi justru berdikari.

Sopir Taksi Online Menang Lawan Kemenhub, Inilah Alasan Kuat Versi Pengacara
SURYAMALANG.COM/Faiq Nuraini
Beberapa sopir taksi online menunjukkan spanduk tuntutan alam aksinya, Senin (29/1/2018) 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung.

Ada 23 dari 60 pasal dalam Permenhub 108/2017 yang dibatalkan. Artinya, aturan tentang taksi online ini sudah tak punya roh. 

Pengacara M Soleh menyebutkan, Permenhub 108 itu tak bisa dipaksakan untuk terus menjadi regulasi.

"Permenhub itu sudah tidak punya ruh. Idealnya harus ada aturan baru," kata Soleh, 13 September 2018.

Namun untuk menyusun regulasi baru atau Permenhub berikutnya, harus melibatkan driver.

Menurut dia, Permenhub digugat driver online karena tidak melibatkan mereka dalam pengambilan kebijakan. Para penggugat adalah: Daniel Lukas Rorong, Hery Wahyu Nugroho, dan Rahmatulah

Akibatnya, semua pasal pokok pada aturan tata kelola itu merugikan driver online. 

Soleh yang mendampingi gugatan para driver mengaku bersyukur atas dikabulkannya gugatan Permenhub 108/2017.  Soleh menghitung bahwa sebagian besar pasal menyulitkan driver online di dalam bekerja. 

"Sejak awal kami sudah yakin untuk dikabulkan sebab sebagian besar adalah pasal-pasal lama di Permenhub sebelumnya. Yakni Permenhub 26/2017. Permenhub lama ini juga sudah dibatalkan MA," kata Soleh.

Saat Kemenhub menjawab gugatan uji materiil para penggugat, Kemenhub menunjukkan ketidakseriusan. Ini terlihat jawaban Kemenhub tidak menjawab dalil-dalil yang diajukan para driver. Misalnya soal kewajiban memasang stiker.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help