Surabaya

Pakar Hukum Unair Heran, Mengapa Banyak Kepala Daerah Yang Mau Masuk Timses Pilpres 2019

Dikhawatirkan, banyaknya kepala daerah yang bergabung dalam timses menimbulkan narasi lain yang dibaca oleh masyarakat luas

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Achmad Amru Muiz
surya malang/fatimatuz zahro
Diskusi Tribun Jatim Network bersama Kosgoro 57 Jawa Timur, di Jalan Imam Bonjol No 78, Sabtu (22/9/2018). 

SURYAMALANG.COM,  SURABAYA - Pakar Hukum sekaligus pemerhati sosial kemasyarakatan Unair Surabaya, Suparto Wijoyo mengaku heran, mengapa banyak kepala daerah yang mau masuk dalam jajaran tim sukses dalam Pemilu Presiden 2019.

Keheranan itu disampaikan Suparto dalam diskusi Tribun Jatim Network bersama Kosgoro 57 Jawa Timur, di Jalan Imam Bonjol No 78, Sabtu (22/9/2018) siang.

Ia khawatir, banyaknya kepala daerah yang bergabung dalam timses pasangan capres cawapres menimbulkan narasi lain yang dibaca oleh masyarakat luas. 

"Kalau sebuah kekuasaan menunjukkan otoritas siapa saya. Maka saya khawatir ada narasi lain yang sedang dibaca oleh rakyat," papar Suparto. 

Khususnya terkait adanya kekuatan yang memobilisir kepala daerah menjadi timses di daerah-daerah.  Yang termasuk di Jawa Timur.  Banyak kepala daerah yang masuk dalam jajaran struktur tim kampanye daerah. 

Menurut Suparto, kondisi itu berbahaya. Dimungkinkan masuknya kepala daerah dalam timses bukan untuk kemenangan saja.  Melainkan semacam ada pertemuan tahan nafas kepada rakyat yang sangat demokratis kekuasaan yang dipertontonkan.

"Mengapa kepala daerah mau jadi timses.  Mengapa tidak sibuk urus kinerja pemerintahan sendiri. Ini kampanye sampai 17 april 2019 lho. Ada apa?" tanyanya merefleksi pertanyaan yang mungkin diutarakan masyarakat. 

Menurutnya, bukan tidak mungkin akan ada kecurigaan di masyarakat. Khususnya bagi pemilih millenial yang rasional dan kaya data. Kecurigaan itu menurutnya akan timbul. 

"Apa ada kekuatan lain yang mendorong dia harus jadi timses. Atau ini bagian dari menyembunyikan sesuatu atas kinerjanya. Orang curiga jangan-jangan punya persoalan dia" katanya. 

Semestinya, tambah Suparto, kepala daerah tak usah masuk ke timses pasangan capres cawapres. Sehingga bisa fokus di pemerintahan mereka di daerah masing-masing meski di balik layar berjuang untuk memenangkan salah satu pasangan calon. 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved