Reaksi Ridwan Kamil Suporter Persija Tewas, Minta Polisi Hukum 5 Tersangka yang Diduga Bobotoh
Reaksi Ridwan Kamil Tahu Ada Suporter Persija Tewas, Minta Polisi Hukum 5 Tersangka yang diduga Bobotoh
Penulis: Insani Ursha Jannati | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM - Ridwan Kamil turut meminta maaf dan berduka cita atas meninggalnya suporter Persija di tangan Bobotoh.
Ungkapan panjang itu dia sampaikan melalui akun Instagramnya malam ini, Minggu, 23 September 2018.
Belum setengah jam unggahan yang berisi tulisan dengan latar hitam polos berbunyi, "Turut Berduka Cita" dibagikan, sudah lebih dari 7.500 tanggapan membanjiri.
Di akhir kalimat, orang nomor satu se-Jawa Barat ini memilih lebih baik tak ada kesebelasan, bila harus mengorbankan nyawa seseorang.
Haringga Sirilla, warga Cengkareng merenggang nyawa akibat serangan lima Bobotoh usai tim idola mereka menang.
Bukannya membawa bahagia, para pencinta kesebelasan asli Bandung itu justru menggoreskan duka.
Mereka kini sudah menuai apa yang mereka tanam, ditangkap dan ditahan di Polrestabes Bandung.
Saya sangat berduka cita atas meninggalnya suporter Persija atas nama Haringga Sirilla, warga Cengkareng tadi siang.
Sangat kecewa dan menyesalkan tindakan biadab oknum Bobotoh yang menodai kemenangan tim Persib yg di dapat dgn susah payah. ______
Bagaimanapun, dalam situasi seperti ini, secara kemanusiaan, saya pribadi memohon maaf kepada keluarga korban dan rekan2 The Jak Persija. _______
Saya sudah meminta kepolisian untuk menangkap dan menghukum seberat-beratnya kepada oknum biadab yang terlibat. 5 tersangka sudah ditangkap dan ditahan di Polrestabes Bandung. ________
Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk kita semua untuk tidak melakukan fanatisme berlebihan, karena merah putih dan Indonesia Raya kita masih sama. _______
Bagi saya lebih baik tidak ada liga sepakbola jika harus mengorbankan nyawa manusia. Hapunten.
Kronologi Kejadian
Laga Persib Bandung menjamu Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 2018 pekan ke-23 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9/2018) menelan satu korban jiwa.