Liga Indonesia
Setelah Insiden Tewasnya Suporter, Jika Tak Ada Nota Damai, APPI Sepakat Boikot Pertandingan Liga 1
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) sepakat untuk memboikot sementara laga lanjutan Liga 1 2018.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) sepakat untuk memboikot sementara laga lanjutan Liga 1 2018.
Aksi boikot tersebut dilakukan oleh anggota APPI lantaran tewasnya salah seorang suporter jelang laga Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (23/9/2018).
Pimpinan APPI Andritany Ardhiyasa mengatakan jika dirinya mewakili teman-teman pemain dan klub Liga 1 memutuskan untuk tidak bermain pada pekan 24 Liga 1 2018.
Dilansir dari Kompas.com dalam artikel "Akibat Insiden, APPI Sepakat Tidak Bermain pada Pekan Ke-24 Liga 1" Selasa (25/9/2018) Menurut Kiper Persija Jakarta itu, pemboikotan ini merupakan bentuk belasungkawa atas kematian suporter di Bandung.
Baca: Link Live Streaming RCTI Timnas U19 Indonesia vs China U-19 Malam Ini Selasa 25 September 2018
Baca: Kurs Rupiah Ditutup Melemah Ke Posisi Rp 14.917 Per Dolar AS
"Kami pesepak bola yang tergabung dalam Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia dan mewakili tiap-tiap klub peserta Liga 1 tahun 2018 sepakat untuk tidak bermain pada pekan 24 Liga 1 2018," ujar Andritany
"Ini sebagai bentuk belasungkawa atas insiden yang terjadi dan juga sebagai bentuk desakan kepada suporter hingga tercapainya nota damai suporter," lanjutnya.
APPI juga mendesak agar nota damai antar suporter segera ditandatangani oleh pentolan para suporter dan stakeholder pokok sepakbola Indonesia.
Baca: Inilah yang Dilakukan Manajemen Arema FC Jika Laga Arema FC Vs Persebaya Diundur
Baca: Meninggalnya Suporter Persija Jadi Tragedi Nasional, Menpora Resmi Berhentikan Liga Indonesia
Setidaknya ada enam poin yang dikeluarkan oleh APPI terkait situasi dan kondisi sepakbola Indonesia saat ini.
Berikut ialah enam poin yang disampaikan dalam jumpa Persnya di Hotel Century Senayan, Jakarta Pusat Selasa (25/9/2019) dilansir dari Tribunnews.com
1. Mengecam segala bentuk kekerasan yang terjadi terlebih merenggut nyawa yang seharusnya sepak bola menjadi sebuah olahraga yang menjunjung tinggi sportifitas
2. Meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dengan memberikan hukuman sesuai hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan memberikan efek jera tidak hanya bagi pelaku tapi bagi seluruh suporter di Indonesia agar hal ini menjadi yang terakhir kalinya
3. Mendesak kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk juga dapat memberikan hukuman yang adil yang dapat memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang terkait dengan insiden ini, dikarenakan insiden ini telah berulang kali terjadi namun hukuman yang diberikan tidak memberikan dampak bagi pihak-pihak yang terkait tersebut
4. Meminta kepada seluruh suporter Tim Liga 1 khususnya dan Tim Liga 2 untuk membuat Nota Damai atau kesepakatan bersama untuk memastikan insiden ini tidak terulang kembali, karena sepak bola Indonesia akan terancam jika insiden ini kembali berulang
5. Nota Damai tersebut akan disinergikan dengan stakeholder sepak bola Indonesia yaitu PSSI, LIB, Kepolisian, dan juga pemerintah baik pusat maupun daerah
6. Kami pesepak bola yang tergabung di Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan mewakili dari tiap-tiap klub peserta Liga 1 tahun 2018 sebagai bentuk belasungkawa atas insiden yang terjadi, dan juga sebagai bentuk desakan kepada suporter, kami sepakat untuk tidak bermain di pekan 24 Liga 1 tahun 2018 hingga tercapainya Nota Damai suporter tersebut.
Baca: Edy Rahmayadi Jadi Sorotan Publik, Simak Beberapa Sikap Kontroversialnya Sebagai Ketua Umum PSSI
Baca: PSSI Panen, Persebaya & Persib Didenda Puluhan Juta, Inilah Hasil Sidang Komdis Selengkapnya
Baca: Kronologi Tewasnya Jakmania di Laga Persib Bandung vs Persija Jakarta, Inilah Penyebabnya