Surabaya

98 Dosen dan Mahasiswa Asing Pelajari Arsitektur Kampung Surabaya

Sanika Mavankar, mahasiswa arsitektur Kamla Raheja Vidyanidhi Institute for Architecture and Environmental Studies (KRVIA) Mumbai, India...

98 Dosen dan Mahasiswa Asing Pelajari Arsitektur Kampung Surabaya
sulvi sofiana
Peserta 6th Platform For Asian Architecture and Urbanism (PAAU) 2018 saat mengamati bangunan di kampung Ketandan, Surabaya, Kamis (11/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Perkampungan identik dengan kearifan lokal suatu daerah. Hal ini menjadikan bangunan rumah dan lingkungan perkampungan di Kota Surabaya sebagai sasaran 98 dosen dan mahasiswa dari tujuh universitas di Asia sebagai objek pengamatan.

Mereka merupakan 6th Platform For Asian Architecture and Urbanism (PAAU) 2018. UK Petra sebagai pelaksana melibatkan 25 mahasiswanya untuk tergabung dengan lima kelompok yang terdiri dari mahasiswa asing.

Rally Damayanti, koordinator acara PAAU Workshop mengungkapkan pembagian kelompok ini diharapkan akan menghasilkan ide desain arsitektural dari berbagai kampung yang dikunjungi. Hasil akhirnya berupa presentasi dan pameran karya yang telah dihasilkan.

“Peserta ini terdiri dari dosen dan mahasiswa program studi Arsitektur, Urban Design dan Planologi", rinci urai dosen pengajar Program Studi Arsitektur UK Petra Surabaya ini ketika kunjungan ke kampung Ketandan bersama rombongan, Kamis (11/10/2018).

Mengambil tema “Embedding Fluidigz”, peserta diminta memahami space yang terjadi di kota Surabaya sehingga mereka akan dapat merasakan keunikan ruang tata perkotaan di Surabaya.

Dengan berjalan kaki, tiap kelompok yang juga diawasi oieh dosen ini akan melakukan identifikasi fenomena fisik atau sosialnya kampung. Setelah itu, peserta akan mendapatkan penjelasan secara umum mengenai kampung yang diamati.

Sanika Mavankar, mahasiswa arsitektur Kamla Raheja Vidyanidhi Institute for Architecture and Environmental Studies (KRVIA) Mumbai, India mengungkapkan kondisi perkampungan di hari pertamanya ini cukup unik. Ia melihat warga kampung tinggal di area gang sempit di antara gedung-gedung modern.

"Tetapi mereka mempertahankan aturan tempat tinggalnya seperti tidak boleh mengendarai motor. Ini sangat sehat,"ungkapnya.

Setelah mengunjungi kampung di Surabaya, rencananya mereka akan diajak ke Gresik mengunjungi Kampung Kemasan dan Omah Damar. Di sana mereka akan belajar mengenai Damar Kurung sekaligus mengenal produk lain.

Tags
Surabaya
Penulis: sulvi sofiana
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved