Malang Raya
Rokok dan Pulsa Turut Andil Timbulnya Inflasi di Kabupaten Malang
Untuk menekan inflasi, Pemkab Malang menggairahkan potensi desa agar menjadi sektor vital pembangunan.
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Inflasi di Kabupaten Malang sempat mencapai 11 persen sejak pertengahan tahun 2018.
Inflasi tersebut dikhawatirkan berimbas pada daya beli masyarakat di pasaran.
Sejumlah kecamatan di Kabupaten Malang yang dekat dengan Kota Malang rawan terkena inflasi.
( Baca juga : Bupati Ditahan KPK, Hari Ini Gubernur Jatim Langsung Keluarkan SK Plt Bupati Malang )
Kecamatan tersebut adalah Dau, Singosari, Pakisaji, Karangploso, Pakis, dan Tajinan.
“Target kami, inflasi bisa turun menjadi 9 persen pada akhir tahun,” terang Tomie Herawanto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (16/10/2018).
Tomie menambahkan rokok dan pulsa juga memberi andil timbulnya inflasi.
( Baca juga : KPK Tahan Bupati Malang Rendra Kresna, Ada Momen Peluk Haru Sang Anak Sebelum Diantar ke Rutan )
Untuk menekan inflasi, pemerintah menggairahkan potensi desa agar menjadi sektor vital pembangunan.
Di antaranya dengan meningkatkan potensi desa yang tersebar di 33 kecamatan.
Saat ini 62 dari 378 desa di Kabupaten Malang sudah menunjukkan berbagai inovasi sesuai potensi di setiap desa.
( Baca juga : Anak Indro Warkop Balas Pesan yang Menyebutnya Bodoh Karena Tangisi sang Ibu: Halus Tapi Pedas )
Dia berharap inovasi di beberapa desa tersebut dapat dipraktikkan di desa lain.
Smapai sekarang mayoritas masih potensi di bidang pertanian yang dikembangkan oleh perangkat desa.
Menurutnya, banyak hal yang bisa dikembangkan, seperti ekonomi, program, dan pelayanan kepada masyarakat, sampai pariwisata.
( Baca juga : Shakira Aurum Tunjukkan Gelagat Aneh, Isi Percakapannya dengan Perawat Ini Tak Seperti Biasanya )
“Sebenarnya potensi desa sangat kaya,” tambahnya.