Kediri

Meski Proses Pengerjaan, Jembatan Brawijaya Kediri Sempat Dibuka Untuk Mengurai Kemacetan

Pembukaan Jembatan Brawijaya hanya boleh dilintasi pengendara sepeda motor baik dari arah timur dan barat

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Achmad Amru Muiz
zoom-inlihat foto Meski Proses Pengerjaan, Jembatan Brawijaya Kediri Sempat Dibuka Untuk Mengurai Kemacetan
suryamalang.com/Didik Mashudi
Pengendara sepeda motor yang sempat melintas di atas Jembatan Brawijaya Kota Kediri karena Jembatan Semampir diperbaiki.

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Pengendara sepeda motor sempat diberi kesempatan untuk memanfaatkan melintas di atas Jembatan Brawijaya Kota Kediri. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi  kemacetan yang terjadi di Jembatan Semampir.

Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi Kebinamargaan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kediri Sunarto menjelaskan, dengan pertimbangan kondisional Jembatan Brawijaya sempat dibuka untuk pengendara.

"Karena ada perbaikan di Jembatan Semampir, Jembatan Brawijaya kemarin sempat dibuka sekitar 2 jam," ungkap Sunarto, kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (19/10/2018).

Namun karena perbaikan dan pengaspalan di Jembatan Semampir sudah selesai, Jembatan Brawijaya kembali ditutup lagi karena pembangunan saat ini memang masih belum tuntas.

Saat perbaikan Jembatan Semampir yang hanya dua lajur, arus lalulintas dilakukan buka tutup dari arah timur dan barat. Sehingga mengakibatkan kemacetan pada jam sibuk sore hari.

Sedangkan pembukaan Jembatan Brawijaya hanya boleh dilintasi pengendara sepeda motor baik dari arah timur dan barat. Kondisi jalan di jembatan sendiri masih belum diaspal.

Pengendara dapat melintasi jembatan secara darurat karena oprint di sisi timur dan barat jembatan sudah dilakukan pengaspalan dan penyesuaian dengan kondisi jalan di sekitarnya.

Pembukaan Jembatan Brawijaya ini sempat mendapat tanggapan positif sejumlah masyarakat karena dapat mengurai kepadatan arus lalulintas yang ada di Jembatan Semampir dan Jembatan Alun-alun Kota Kediri.

"Saat Jembatan Semampir diaspal kondisinya benar-benar ruwet karena jalannya buka tutup. Semoga Jembatan Brawijaya segera dibuka sehingga tidak macet lagi," ungkap Sutomo (40), warga Mojoroto.

Sesuai kontrak pembangunan, penyelesaian Jembatan Brawijaya sudah harus diselesaikan pada akhir Desember 2018.

Pembangunan Jembatan Brawijaya beberapa kali dirundung masalah. Malahan sudah tiga pejabat Dinas PUPR Kota Kediri divonis Pengadilan Tipikor Surabaya terkait kasus dugaan koropsi. Akibatnya pembangunan jembatan sempat mangkrak lima tahun.

Kasus terakhir juga muncul gugatan dari pihak Wika Beton yang memasok beton Jembatan Brawijaya karena masih belum dibayar lunas pihak rekanan PT Fajar Parahyangan. Kasusnya telah dilaporkan ke Polda Jatim.
Sebelumnya hasil penelitian tim ahli dari ITS, pihak rekanan juga diwajibkan untuk mengganti seluruh bantalan elastomer jembatan karena mengalami keretakan.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved