Madiun
Cegah Joki Saat Tes CPNS Di Kota Madiun, Panitia Pasang CCTV Dan Alat Barcode
Panitia akan memasang kamera pengawas atau CCTV dan alat barcode yang akan dipasang di pintu masuk ruang tes
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, MADIUN - Panitia Seleksi CPNS Kota Madiun akan memasang CCTV dan juga alat barcode di lokasi tes seleksi kompetensi dasar (SKD). Hal itu dilakukan guna mewaspadai adanya joki atau peserta yang menggunakan orang pengganti dalam mengerjakan soal tes CPNS.
Kepala BKD Kota Madiun, Haris Rahmanudin mengatakan, panitia seleksi tes CPNS memastikan agar peserta tidak melakukan tindakan curang saat mengikuti tes yang akan dilaksanakan di Wisma Haji Kota Madiun.
"Kami telah melakukan upaya untuk mengantisipasi adanya penggunaan jasa joki dalam tes CPNS. Semoga tidak ada joki," kata Haris, Senin (22/10/2018).
Dia mengatakan, setiap peserta CPNS yang akan mengikuti SKD wajib membawa kartu peserta dan KTP. Bagi peserta yang tidak membawa kartu identitas dan kartu peserta tes tidak diperbolehkan masuk ke ruang tes.
Selain itu, panitia juga akan memasang kamera pengawas atau CCTV dan alat barcode yang akan dipasang di pintu masuk ruang tes. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya tindakan kecurangan.
Haris mengatakan jumlah pendaftar yang lolos mengikuti SKD sebanyak 3.051 orang. Sedangkan jumlah total seluruh pelamar yang mendaftar CPNS di Pemkot Madiun ada 3.538 orang.
Ada berbagai faktor yang mrnyebabkan peserta tidak lolos, antara lain karena IPK kurang dari 3,00 dan akreditasi kampus tidak memenuhi syarat. "Di Kota Madiun syarat IPK kan 3,00. Itu yang paling banyak membuat peserta tidak lolos administrasi," terang Haris.
Untuk jadwal seleksi, peserta yang lolos dapat melihatnya di website sscn.bkd.go.id atau di website Pemkot Madiun, pada 24 Oktober 2018. Setelah itu, seluruh peserta wajib mencetak kartu ujian dua rangkap. "Peserta mencetak dua kartu ujian, satu untuk peserta dan satu untuk panitia," imbuhnya.
Haris menambahkan, pada saat mengikuti tes peserta hanya diperbolehkan membawa KTP, kartu ujian, dan pensil. Oleh sebab itu, Haris mengimbau kepada seluruh peserta yang akan mengikuti tes agar mempersiapkan diri.