Pilpres 2019
Jika Tol Suramadu Digratiskan, Politisi PKB Asal Madura Yakin Ekonomi Madura Semakin Baik
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Alyadi, mengapresiasi rencana pemerintah pusat yang akan menggratiskan tol Jembatan Suramadu.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Alyadi, mengapresiasi rencana pemerintah pusat yang akan menggratiskan tol Jembatan Suramadu.
"Tentu, kami sangat mengapresiasi kalau Jembatan Suramadu bisa digratiskan," kata Alyadi kepada SURYAMALANG.COM di Surabaya, Selasa (23/10/2018).
Menurutnya, hal itu menjadi harapan besar bagi masyarakat di Madura. Sebab, selama ini Jembatan Suramadu tak lebih hanya sekadar media transportasi saja. Yang mana, hal itu kurang berdampak di sisi ekonomi. "Selama ini, dari sisi ekonomi kurang begitu ada imbas," kata pria yang kini menjadi Anggota DPRD Jatim ini.
Sehingga, dengan adanya wacana penggratisan tersebut maka akan berdampak positif terhadap masyarakat Madura.
"Baik untuk perkembangan yang bersifat fisik seperti infrastruktur, juga terkait ekonomi," kata Alyadi.
Peningkatan ekonomi tersebut di antaranya disebabkan karena efisiensi harga sehingga menyebabkan barang relatif lebih murah. "Lalu lintas barang yang keluar masuk di Madura akan lebih murah," katanya.
Menurutnya, harga tarif di Jembatan Suramadu menjadi salah satu yang dikeluhkan oleh masyarakat Madura selama ini. Ia pun bercerita kala Presiden Joko Widodo telah menurunkan harga tiket untuk kendaaraan roda empat menjadi Rp15 ribu dari yang awalnya Rp30 ribu pada massa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Saat itu masyarakat di Madura sangat berterimakasih. Kami yang ada di Madura merasakan betul, manfaatnya," katanya.
Nantinya, pemerintah pusat juga telah mengkaji proses perawatan Jembatan Suramadu pasca digratiskan. Termasuk, besaran dan sumber dananya. "Tentunya, dampak positif yang akan diterima oleh masyarakat untuk akan lebih besar," kata pria yang juga menjadi Calon Legislatif dari Dapil Jatim 14 (Madura) ini.
"Sehingga, lebih besar harapannya untuk meningkatkan kesejahteraan di Madura," pungkas pria yang saat ini menjadi anggota Komisi D DPRD Jatim tersebut.
Untuk diketahui, Pemerintah membuka opsi untuk menjadikan Jembatan Tol Surabaya-Madura (Suramadu) sebagai jalan non-tol. Bila opsi tersebut direalisasikan, maka masyarakat yang hendak melintasi jembatan tersebut tidak akan dikenakan tarif alias gratis.