Pilpres 2019

Ma'ruf Amin ke Malang, Ajak Waspadai Faham Khuruj dan Menjurus ke Khawarij

KH Ma'ruf Amin juga mengunjungi Pondok Pesantren An Nur, Bululawang, Kabupaten Malang.

Ma'ruf Amin ke Malang, Ajak Waspadai Faham Khuruj dan Menjurus ke Khawarij
alfi syahri ramadana
Calon wakil presiden nomor urut 1, KH Ma'ruf Amin, silaturrahmi dengan sejumlah ulama dan pimpinan pondok pesantren se-Malang Raya di Hotel Harris, Kota Malang, Senin (29/10/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Calon wakil presiden nomor urut 1, KH Ma'ruf Amin, silaturrahmi dengan sejumlah ulama dan pimpinan pondok pesantren se-Malang Raya di Hotel Harris, Kota Malang, Senin (29/10/2018).

Silaturrahmi tersebut merupakan rangkaian safari dari KH Ma'ruf Amin selama di Jawa Timur.

Selain menggelar silaturrahmi dengan sejumlah ulama di kota Malang, KH Ma'ruf Amin juga mengunjungi Pondok Pesantren An Nur, Bululawang, Kabupaten Malang.

Dalam silaturrahmi tersebut, pasangan cawapres dari Joko Widodo itu mengajak kepada para ulama untuk terus berperan aktif dalam menjaga kedaulatan negara.

Salah satunya adalah untuk tidak mudah terprovokasi dengan adanya isu-isu yang merebak di kalangan masyarakat.

"Saat ini tantangan yang dihadapi adalah semakin seringnya muncul kelompok-kelompok yang membawa faham khuruj dan menjurus ke khawarij. Untuk itu, ulama harus bisa mengatasi hal itu dengan baik," ucapnya Senin (29/10/2018).

Di sisi lain, KH Ma'ruf Amin juga menambahkan bahwa para ulama harus benar-benar bisa berperan dalam menjaga bangsa dan negara.

Utamanya dari pihak-pihak yang berupaya untuk mengganggu kedaulatan negara dengan berbagai hal yang mereka lakukan.

"Kita semua harus bisa mengawal negara dengan banyaknya tantangan yang sekarang muncul mulai dari gerakan sparatis maupun radikalisme hingga terorisme. Untuk itu, para ulama harus bisa mengambil peran dan tak boleh bersikap masa bodoh dengan hal itu," imbuhnya.

Di sisi lain, pria yang juga pernah menjadi anggota dewan pertimbangan presiden tahun 2010-2014 itu menambahkan bahwa saat ini Pancasila merupakan dasar negara yang kuat. Pancasila lahir dari perbedaan pendapat saat para pendiri bangsa dahulu menentukan dasar negara.

"Pancasila adalah titik temu dan bisa dikatakan sebagau rahmat bagi Indonesia. Sebab, Pancasila bisa menyatukan seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.

Selain mengajak kepada para ulama untuk bisa mengambil peran dalam menjaga bangsa Inonesia. Mantan Rais Aam PBNU itu juga memohon doa restu terkait pencalonanya sebagai wakil presiden. Ia menyebut bahwa pencalonanya sebagai wakil presiden tersebut bukan semata mencari kekuasaan. Tetapi lebih kepada untuk mengabdi kepada negara.

"Sebenarnya bagi saya jabatan sudah tidak menarik lagi. Tetapi saya mengikuti saran para ulama dan ini juga menjadi bagian untuk mengabdi kepada negara dan bangsa," tukasnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap kompak dan bisa tetap damai. Apalagi menjelang tahun politik yang biasanya kerap terjadi perselisihan.

"Peran ulama sangat dibutuhkan untuk menjaga kondusifitas serta keutuhan masyarakat. Sehingga ketika ada perbedaan pilihan saat pemilu nanti tidak menyebabkan perpecahan," tandasnya.

Tags
Maruf Amin
Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved