Nasional

Pertimbangan KPK Menahan Wakil Ketua DPR, Tersangka Penerima Uang Sogok Rp 3,65 Miliar

Kabupaten Kebumen mendapat alokasi DAK tambahan Rp 93,37 miliar. Taufik diduga menerima fee Rp 3,65 miliar dari pengurusan DAK.

Pertimbangan KPK Menahan Wakil Ketua DPR, Tersangka Penerima Uang Sogok Rp 3,65 Miliar
suryamalang.com
TAUFIK KURNIAWAN - Wakil Ketua Umum PAN dan Wakil Ketua DPRD ini menjadi penerima uang sogok setidaknya Rp 3,65 miliar dari komitmen Rp 5 miliar untuk meloloskan Dana Alokasi Khusus sekitar Rp 96 miliar - Rp 100 miliar bagi Kabupaten Kebumen, Jateng. Sebelumnya, uang sogok itu diakui Bupati Kebumen, nonaktif Muhamad Yahya Fuad di persidangan perkara korupsi. 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah, mengungkapkan alasan terkait penahanan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

Taufik merupakan tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen pada APBN Perubahan Tahun 2016.

"Kami memutuskan dilakukan penahanan karena memang penyidik sudah meyakini ada bukti yang cukup kuat sesuai dengan aturan KUHAP, diduga keras melakukan tindak pidana dan memenuhi alasan subjektif dan objektif," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu telah ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di kantor KPK Kavling C-1, Jakarta.

Selanjutnya, KPK berharap agar Taufik untuk tetap kooperatif dan jujur dalam menjalani rangkaian proses hukum yang ada. Taufik juga diharapkan tak menutupi berbagai informasi yang sebenarnya.

"Karena kami juga memiliki bukti yang cukup kuat terkait pertemuan baik di hotel maupun di kantor DPR dan juga dugaan aliran dan yang kami duga ada tiga tahap," kata dia.

Menurut Febri, pemberian terhadap Taufik diduga dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Namun, pada upaya penyerahan tahap tiga gagal akibat adanya operasi tangkap tangan (OTT) pada 2016 lalu.

"Karena ada tangkap tangan pada 2016 lalu juga sudah kami sita dari pihak swasta. Jadi sudah teridentifikasi secara lengkap," katanya.

"Bahkan 9 orang (tersangka) yang sudah diproses sebelumnya dalam kasus ini juga divonis bersalah di pengadilan. Tujuh diantaranya sudah berkekuatan hukum tetap," lanjut Febri.

Dalam kasus ini, Taufik diduga menerima hadiah atau janji terkait perolehan anggaran DAK fisik pada perubahan APBN Tahun Anggaran 2016.

Setelah M Yahya Fuad dilantik sebagai Bupati Kebumen, ia diduga melakukan pendekatan pada sejumlah pihak termasuk Taufik.

Dalam pengesahan APBN Perubahan Tahun 2016, Kabupaten Kebumen mendapat alokasi DAK tambahan sebesar Rp 93,37 miliar. Taufik diduga menerima fee sekitar Rp 3,65 miliar dari pengurusan DAK tersebut. kompas.com

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved