Surabaya

Penjelasan BNNP Jatim Soal Air Rebusan Pembalut yang Disebut Bisa Bikin Mabuk

Benarkah air rebusan pembalut bisa bikin mabuk? Begini penjelasan BNNP Jatim soal fenomena tersebut.

Penjelasan BNNP Jatim Soal Air Rebusan Pembalut yang Disebut Bisa Bikin Mabuk
http://blog.tribunjualbeli.com
Pembalut 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim mengantisipasi tren yang menyalahgunakan air rebusan pembalut sebagai bahan untuk mabuk.

Kabid Pemberantasan Narkotika BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra mengatakan pihaknya menanggapi serius fenomama terkait rebusan air pembalut yang digunakan untuk bahan mabuk.

( Baca juga : Nenek 63 Tahun Tewas Saat Motor Vixion Kecelakaan di Tuban )

“Sekarang kami masih menunggu hasil konfirmasi dari BPOM dan Dinas Kesehatan.”

“Walaupun katanya efeknya seperti sabu, tapi itu tidak tergolong narkotika,” ujar Wisnu kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, penyalahgunaan rebusan air pembalut itu tidak termasuk dalam UU Narkotika, namun UU Kesehatan.

( Baca juga : Usai Kecelakaan, Pria Mojokerto Ini Terancam Masuk Penjara, Barang Seberat 25 Gram Jadi Penyebab )

Makanya pihaknya menunggu penjelasan dari Dinas Kesehatan terkait efek air rebusan pembalut itu.

Tujuannya adalah agar tidak meresahkan masyarakat, khususnya di Jatim.

“Dikhawatirkan ada potensi orang yang mencoba-coba melakukan hal tersebut.”

( Baca juga : Duh! Masih Ada Pemilik Motor yang Salah Gunakan Lahan Parkir Difabel di Taman Bungkul Surabaya )

“Ini yang perlu diwaspadai,” ungkapnya.

Pihaknya memang mendapat laporan dari Jawa Tengah terkait indikasi adanya penyalahgunaan rebusan air pembalut.

Namun, laporan itu sebatas laporan intelejen yang diperoleh secara internal.

( Baca juga : Rangkuman Kejadian Jatim Kemarin, Mulai Pria Panjat Tower 72 Meter, sampai 3 Kebakaran di Surabaya )

“Kami belum lihat faktanya apa benar memakai air rebusan itu (pembalut),” kata Wisnu.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved