Pilpres

Di Sidoarjo, Cawapres KH Ma'ruf Amin Dorong Pesantren Lahirkan Banyak Pemimpin Nasional

Santri di era saat ini seharusnya bukan hanya memahami ilmu agama yang berbasis kitab, namun juga ilmu lain

Di Sidoarjo, Cawapres KH Ma'ruf Amin Dorong Pesantren Lahirkan Banyak Pemimpin Nasional
suryamalang.com/Bobby Constantine Koloway
Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin berkunjung ke Pondok Pesantren Al Khozini, Buduran, Sidoarjo, Sabtu (17/11/2018). 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin berkunjung ke Pondok Pesantren Al Khozini, Buduran, Sidoarjo, Sabtu (17/11/2018). Kunjungan Cawapres pendamping Calon Presiden Joko Widodo ini disambut langsung oleh jajaran pengasuh pesantren serta ribuan santri dan juga jemaah di pesantren tersebut.

Di pesantren yang berdiri sejak 1927 ini, Kiai Ma'ruf menyempatkan memberikan sejumlah tausiyah dihadapan jemaah maupun santri. Kiai Ma'ruf banyak memberikan penjelasan pentingnya peran santri di era milenial saat ini.

Menurutnya, santri di era saat ini seharusnya bukan hanya memahami ilmu agama yang berbasis kitab, namun juga ilmu lain. "Santri zaman now, juga selain pintar baca kitab, namun juga pandai baca situasi dan kondisi," kata Kiai Ma'ruf Amin di hadapan peserta pertemuan, Sabtu (17/11/2018).

Misalnya, paham dengan situasi politik, perkembangan ekonomi dan hingga pengaruh sosial budaya. "Kalian harus lebih pintar karena kalian santri zaman now. Beda dengan saya yang merupakan santri zaman old," katanya.

Ia lantas mencontohkan banyaknya lulusan pesantren yang juga berhasil berkecimpung di luar pesantren. Misalnya, adanya beberapa figur di jajaran eksekutif. Di antaranya, UU Ruzhanul Ulum (Wakil Gubernur Jawa Barat), Taj Yasin Maimoen (Wakil Gubernur Jawa Tengah, hingga Saifullah Yusuf/Gus Ipul (Wakil Gubernur Jawa Timur).

"Santri bisa jadi Wakil Gubernur, contohnya ada di beberapa provinsi. Bahkan, kedepan bisa jadi wakil presiden. Termasuk, jadi presiden, Gusdur bisa menjadi presiden," kata kandidat nomor urut satu ini disambut pekik amin oleh peserta pertemuan.

Menurut Kiai Ma'ruf Amin, besarnya potensi yang dimiliki santri tersebut menjadi alasan Jokowi memilihnya sebagai Cawapres karena merupakan representasi ulama sekaligus santri. "Pak Jokowi lebih memilih santri (sebagai pendamping) karena beliau peduli terhadap santri," kata Kiai Ma'ruf yang juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbanhan Presiden (Wantimpres) pada massa presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

"Bukan tidak mungkin, kedepan akan lahir pemimpin baru dari Jawa Timur yang besar di pesantren. Termasuk, dari pesantren Al Khozini ini," katanya.

Ia lantas mengatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas santri, pemerintah kedepan akan memberikan banyak pelatihan kepada santri. Melalui pemberian pelatihan kerja, alumnus pesantren akan sekaligus menjawab kebutuhan lapangan kerja.

"Melalui pendidikan vokasi dan pelatihan, lulusan pesantren tidak akan menjadi beban keluarga atau negara. Sebaliknya, santri bisa menjadi tulang punggung dalam pembangunan," lanjutnya.

"Mari semangat. Kalian ditunggu untuk meneruskan perjuangan agama dan melanjutkan pembangunan negara," tandas Rais Aam Syuriah PBNU periode 2015-2018 ini. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved