Surabaya
Ketua Muhammadiyah Jatim Ingin Pemilihan Presiden oleh MPR Lagi
KETUA #MUHAMMADIYAH JATIM: Model pemilihan oleh MPR relatif bisa menghasilkan pemimpin yang bagus, kalau bisa kembali lagi kenapa tidak?
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Ketua Muhammadiyah Jawa Timur, Saad Ibrahim, menghendaki pemilihan presiden kembali oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), bukan oleh rakyat secara langsung.
Lazim diketahui, cara pemilihan presiden oleh anggota MPR selama Orde Lama dan Orde Baru menghasilkan pemimpin yang berkuasa sangat lama meski pemilihan dilakukan secara periodik lima tahunan.
"Sebenarnya dalam konteks Pemilu, kalau kita kembali ke masa lampau, model pemilihan oleh MPR relatif bisa menghasilkan pemimpin yang bagus, kalau bisa kembali lagi kenapa tidak? Dan model pemilihan itu lebih linier dengan khasanah Islamiyyah," kata Saad dalam acara peringatan 106 tahun Muhammadiyah di Surabaya, Minggu (18/11/2018).
Saad pun mengatakan model Pemilu saat ini tidak proporsional sesuai dengan masing-masing pemikiran rakyat.
"Profesor yang lebih berpendidikan dan tahu lebih banyak tentang kondisi negara, porsinya sama dengan orang yang misalnya tidak bersekolah, mereka sama punya satu suara," ucapnya.
Menurut Saad, hal tersebut kurang tepat diterapkan di Indonesia mengingat masyarakat Indonesia yang sangat beragam baik dari tingkat pendidikan, intelektualitas maupun pengetahuan.
"Kecuali suatu bangsa atau negara tersebut sudah sangat maju dan kecerdasannya relatif sama, itu sudah bagus diterapkan dengan skema pemilu seperti saat ini," tambahnya.
Namun begitu Saad tetap menegaskan jika warga Muhammadiyah harus tetap ikut memilih pemimpin negara dan wakil rakyat pada Pemilu 2019.
"Misalnya banyak yang jelek kita ambil yang jeleknya paling sedikit, karena kalau nanti tidak ada kepemimpinan dalam suatu negara malah menjadi lebih jelek," pungkasnya.
Saad mengatakan, pada ulang tahun Muhammadiyah kali ini, pihaknya mengambil tema "Ta'awun untuk Negeri".
"Ta'awun itu kan artinya tolong menolong, dan tolong menolong ini dimaksudkan untuk negeri. Apalagi dalam konteks menghadapi Pemilu yang harus kita dukung sepenuhnya," kata Saad,
Saad mengimbau agar warga Muhammadiyah berperan aktif dalam pemilu 2019 walaupun sistem yang diterapkan dalam pemilihan pemimpin ini tidak sepenuhnya baik. Sofyan Arif Candra Sakti