Kabar Kediri
Nyincing Daster Club Tampil di Kota Kediri, Bacakan Cerpen dan Puisi Sambil Diiringi Lantunan Musik
Nyincing Daster Club Tampil di Kota Kediri, Bacakan Cerpen dan Puisi Sambil Diiringi Lantunan Musik
Penulis: Didik Mashudi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Penampilan anggota Nyincing Daster Club (NDC) mendapat apresiasi sekitar 200 pengunjung yang memadati SK Coffee, Kota Kediri. Personel NDC tampil pada pagelaran Malam Minggu Merah Jambu Menyeduh Cinta Tanpa Gula.
Tujuh anak muda penulis buku Syak Merah Jambu tampil bersama membacakan karya cerpen dan puisinya di SK Coffee, Kota Kediri. Penampilan karya puisi dan sastra semakin syahdu dengan iringan musik.
Ketujuh anak muda itu terdiri, Vika Aditya, Galuh Sitra, Geriel Farah, Gusti Hasta, Irza Khurunin, Susi Haryani dan Endro Gusmoro. Kota Kediri merupakan penampilannya kedua setelah Yogyakarta.
Mayoritas pengunjung yang datang merupakan anak-anak muda pecinta karya puisi dan sastra. Penonton sambil menikmati seduhan kopi, ke tujuh anak muda itu membawakan karyanya.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bahkan sempat hadir bersama istrinya Ferry Silviana yang membacakan salah satu karya personel NDC.
Dalam penampilannya Geriel Farah mengemukakan, kalau kamu sedang jatuh cinta atau sedang patah hati. Kamu bukan satu-satunya orang di dunia yang jatuh cinta atau patah hati.
"Jatuh cinta itu biasa saja. Yang anu-anu itu cuma tafsirnya," ungkapnya disambut aplaus pengunjung.
Geriel Farah mengaku surprise dengan penampilan Malam Minggu Merah Jambu. Karena jumlah penonton yang hadir ternyata diluar dugaan.
"Kami telah mematahkan asumsi orang kalau mengadakan acara literasi tentang seni dan membaca puisi tidak laku di Kediri. Buktinya banyak pengunjung yang hadir," jelasnya.
Malahan jumlah penonton Nyincing Daster di Kota Kediri lebih banyak dibanding saat tampil di Yogyakarta.
"Di Jogja penontonnya hanya 100, di Kota Kediri lebih dari 200 penonton, malah ada yang tidak kebagian tempat duduk," ungkapnya.
Geriel Farah berharap kegiatan membaca dan menulis yang dapat menyembuhkan jiwa dapat muncul di Kediri.
"Anak-anak mudanya bisa bangkit dan membuat kegiatan seperti ini," tuturnya.
Sementara Susi Haryani salah satu personel NDC mengemukakan, Nyincing Daster Club awalnya merupakan komunitas orang yang suka membaca.
"Kami memiliki keresahan kenapa saat ini orang sulit membaca buku, tetapi mereka bisa membaca sosial media (sosmed)," ungkapnya.