Yusri Ihza Sebut Nilai Syariat Islam Tertransformasi dalam Ratusan Undang-Undang

Hukum adat dan bahkan hukum eks kolonial Belanda juga dijadikan sebagai sumber rujukan dalam pembentukan hukum nasional.

Yusri Ihza Sebut Nilai Syariat Islam Tertransformasi dalam Ratusan Undang-Undang
SURYAMALANG.COM/M Taufik
Yusril Ihza Mahendra 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) berbasis Syariah sedang jadi polemik. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, mengatakan secara formal istilah Perda Syariah memang tidak ada.

Sedangkan yang berlaku di Indonesia adalah hukum negara republik Indonesia namun di dalamnya atau secara substansial hukum tersebut dijiwai atau ditransformasikan dari prinsip-prinsip atau Syariah Islam.

"PBB merupakan partai Islam yang sekaligus partai yang berkebangsaan Indonesia, oleh karena itu PBB menempatkan syariah sebagai sistem hukum dalam merumuskan kaidah hukum baik secara nasional maupun di daerah," kata Yusril di sela-sela konsolidasi partai dan pemantapan caleg se-Jatim di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (24/11/2018).

Selain itu, Yusril menjelaskan bahwa PBB sebagai partai Islam merupakan partai yang paling jelas konsep dan pemikirannya mengenai syariat Islam.

Yusril pernah menjadi Menteri Kehakiman dan HAM pada zaman Presiden Abdurrahman Wahid yang merumuskan hampir 300 rancangan undang-undang.

"Dan dalam undang-undang yang telah kita buat itu telah tertransformasikan nilai syariat Islam," ucapnya.

Hal tersebut menurut Yusril bukan hal yang baru di Indonesia karena sebelumnya hukum adat dan bahkan hukum eks kolonial Belanda juga dijadikan sebagai sumber rujukan dalam pembentukan hukum nasional.

"Tapi ketika sudah menjadi hukum dia disebut undang-undang nomor sekian tahun sekian tentang ini, bisa juga misalnya Perda Jatim nomor sekian tahun sekian," lanjutnya. Tribun Jatim/Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved