Kabar Surabaya
Pemkot Surabaya Pasang Pemantau Cuaca di 3 Tempat untuk Nelayan
Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Surabaya memasang tiga alat canggih Weather Information Display (WID) di tiga tempat di pesisir pantai Kota Surabaya
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Surabaya memasang tiga alat canggih Weather Information Display (WID) di tiga tempat di pesisir pantai Kota Surabaya.
Kepala Dishub Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajat menyampaikan pemasangan alat informasi WID dilakukan bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Lokasi pertama, berada di Tambak Labuh Sontoh Laut, Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo. Lokasi ke dua di Taman Suroboyo dan ketiga di Area Masjid Al Mabrur, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak Surabaya.
“Tujuannya untuk memberikan transformasi data dan informasi perkiraan cuaca atau iklim khususnya daerah maritim, berupa media digital untuk para nelayan,” kata Irvan, Kamis (29/11/2018) di Taman Suroboyo.
Irvan mengatakan pemasangan WID berguna bagi nelayan mengetahui kondisi cuaca sebelum berencana pergi berlayar.
"Apalagi saat ini kondisi cuaca terbilang ekstrem. Sehingga nantinya alat tersebut dapat bermanfaat bagi para nelayan sebelum memulai aktivitas di lautan," kata Irvan.
WID nantinya juga akan dirancang menjadi media edukasi bagi masyarakat sekitar. Setelah dilengkapi dengan berbagai informasi lain seperti informasi gempa, kondisi satelit juga informasi even-even lain Pemkot Surabaya.
Selain pemasangan WID, Dishub juga menggelar pembinaan keselamatan dan pengenalan WID kepada kelompok nelayan di Surabaya. Acara berlangsung di Sentra Ikan Bulak (SIB), Surabaya, Kamis (29/11/2018).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan para nelayan, serta kesadaran tertib pelayaran. Sehingga mampu mewujudkan keselamatan dan mengurangi tingkat kecelakaan di laut.
75 orang perwakilan kelompok nelayan yang datang menyimak materi keselamatan dari BMKG Maritim Tanjung Perak, Kesyahbandar Utama Tanjung Perak, Ditpolairud Polda Jatim, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, M. Taswin menjelaskan ada lima materi utama yang disampaikan oleh masing-masing narasumber.
Pertama terkait aspek keselamatan berlayar di laut, kedua legalitas perizinan (pass kecil perahu) bagi nelayan, ketiga pemanfaatan teknologi informasi dan peringatan dini.
Keempat, perawatan dan kelayakan kapal baik kapal wisata maupun kapal nelayan. Dan terakhir, strategi terkait pengembangan kawasan pesisir dan asuransi bagi para nelayan.
“Inti dari pembinaan nelayan ini, supaya para nelayan paham bagaimana cara mengatasi keadaan-keadaan, salah satunya saat ombak laut naik,” kata Taswin.
Taswin menuturkan ada tiga hal penting yang ditekankan kepada para nelayan sebelum melakukan aktivitas di lautan.