Kesehatan

Ternyata Kita Sudah Ditipu Iklan Susu Kental Manis Selama Puluhan Tahun

PP Muslimat NU dan PW Muslimat NU Surabaya minta BPOM menindak tegas produsen Susu Kental Manis (SKM) yang mengiklankan SKM sebagai susu.

Ternyata Kita Sudah Ditipu Iklan Susu Kental Manis Selama Puluhan Tahun
IST
Ilustrasi Susu Kental Manis 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU dan PW Muslimat NU Surabaya merekomendasikan iklan Susu Kental Manis (SKM) yang menyebutkan sebagai susu dan disajikan sebagai minuman tunggal dihapus, baik di media cetak maupun di televisi.

PP Muslimat NU dan PW Muslimat NU Surabaya minta BPOM menindak tegas produsen SKM yang mengiklankan SKM sebagai susu.

Rekomendasi itu mengemuka dalam diskusi bertajuk ‘Membangun Generasi Emas Indonesia 2045, Bijak menggunakan SKM’ di SMA Khadijah, Surabaya, Senin (3/12/2018).

( Baca juga : Jadi MC Pernikahan Crazy Rich Surabaya, Choky Sitohang Ungkap Sifat Asli Keluarga Jusup & Clarissa )

“Iklan SKM sebagai susu sudah mengelabui kita puluhan tahun. Sekarang saatnya iklan itu dihapuskan.”

“BPOM juga harus tegas menindak produsen yang melecehkan aturan,” kata Ketua PW Muslimat NU Jatim, Masruroh Wahid.

Muslimat mempertanyakan alasan sampai produsen SKM mengiklankan SKM sebagai susu.

( Baca juga : Diduga Konsleting Listrik, Bengkel Motor Di Barata Jaya Surabaya Ludes Terbakar )

Padahal, sudah ada aturan yang jelas dari BPOM bahwa produk ini tidak  cocok untuk bayi atau anak di bawah 12 tahun, bukan pengganti ASI, dan bukan satu-satunya sumber gizi.

“Kalau produsen berani beriklan tidak jujur, dan tidak sesuai dengan peruntukan, berarti ada yang salah dengan kebijakan,” kata Masruroh.

Sementara itu, Ahli Madya Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM Surabaya, Yuli Ekowati mengatakan ibu-ibu harus lapor ke BPOM jika ada produsen yang tidak mengikuti aturan .

( Baca juga : Gibran dan Kaesang Buka Outlet Bareng di Surabaya, Begini Keseruan Suasananya )

Halaman
12
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved