Malang Raya

Tahun Depan Akan Ada 57 Pusat Kesejahteraan Sosial Di Kota Malang

Keberadaannya Puskesos untuk memudahkan warga miskin dan rentan miskin menjangkau layanan perlindungan sosial.

Tahun Depan Akan Ada 57 Pusat Kesejahteraan Sosial Di Kota Malang
benni indo
Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemkot Malang berencana membuat Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) pada 2019 mendatang. Rencananya, Puskesos aoan berada di 57 kelurahan yang ada di Kota Malang.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan, hal itu menjadi salah satu konsen kerja pasangan Sutiaji dan Edi di 99 hari masa kerjanya sebagai pemimpin daerah.

“Saya dan Pak Wali memang sudah sepakat untuk komit meningkatkan kesejahteraan sosial warga Kota Malang. Bertahap akan kita lakukan termasuk program ini,” kata Bung Edi, sapaan akrab Wakil Wali Kota Malang.

Puskesos sendiri, ungkap Edi, merupakan lembaga yang dibentuk oleh desa atau kelurahan. Keberadaannya untuk memudahkan warga miskin dan rentan miskin menjangkau layanan perlindungan sosial. Selain itu uuga sebagai upaya penanggulangan kemiskinan.

Untuk menunjang pelaksanaan operasional Sekretariat Puskesos, Kelurahan menyediakan kontribusi natura dan anggaran. “Anggaran sudah ada. Yang jelas akan mulai jalan 2019 ini,” tegas Edi.

Sebelumnya, Walikota Malang Sutiaji menjelaskan, pengentasan kemiskinan mulai dikikis permasalahannya. Sutiaji juga sempat mendatangi kumpulan anjal dan gepeng di kawasan Jagalan Kota Malang.

Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang, Sri Wahyuningtyas menjelaskan, Puskesos akan ditempatkan di tiap-tiap kantor kelurahan yang ada di Kota Malang. Pegawainya berjumlah dua orang di masing-masing kelurahan. “Mereka lah yang akan mendata akan dipermudah karena langsung bekerja di kelurahan," ujarnya.

Data yang ada di kelurahan soal jumlah orang miskin yang belum dapat bantuan. Mereka akan didata oleh pemerintah.

Mantan Kadis Pendidikan Kota Malang ini mengatakan, hal itu akan mempermudah pekerjaan relawan dinsos sebelumnya yang harus keliling dari kelurahan ke kelurahan lainnya, dari RT ke RT lainnya untuk mendata. Data yang masuk di kelurahan dapat langsung menjadi update petugas puskesos.

“Pegawainya pun disejahterakan. Kalau sebelumnya hanya dibayar Rp 100 ribuan per bulan. Tahun depan naik menjadi Rp 600 ribu. Ini semua untuk memaksimalkan kinerja,” tegas Yuyun sapaan akrab kadinsos ini.

Ia menambahkan Puskesos juga akan menjadi pusat informasi dan pemberian layanan kesejahteraan sosial.

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved