Gunung Anak Krakatau

Status Gunung Anak Krakatau Meningkat Jadi Siaga, Berikut Hasil Pengamatan Sejumlah Instansi

Status Gunung Anak Krakatau berubah menjadi Siaga, berikut penjelasan beberapa instansi terkait.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: eko darmoko
suryamalang/ tribun
Gunumg Anak Krakatau mengalami peningkatan level jadi siaga 

SURYAMALANG.com – Status Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan dari Waspada menjadi Siaga.

Status Gunung Anak Krakatau mengalami perubahan status dari Level II (waspada) menjadi Level III pada hari ini, Kamis 27 Desember 2018.

Melansir dari Tribunnews, berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, peningkatan status Gunung Anak Krakatau ini didapat dari hasil pengamatan.

Untuk diketahui, pengamatan tersebut dilakukan sejak Rabu pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB.

Melansir dari pengamatan yang dilakukan KESDM, Badan Geologi dan PVMBG tercatat terjadinya tremor secara terus menerus dengan amplitudo 8-32 mm.

Sementara itu angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan timur laur Gunung Anak Krakatau.

Foto & Video Erupsi Gunung Anak Krakatau dari Pantauan Susi Air di Atas Udara, Ini Penjelasan Sutopo

Letusan Gunung Krakatau Tahun 1883 yang Sebabkan Tsunami Pernah Dibuat Film, Kisahnya Mencekam

Di sisi lain, bagian kawah Gunung Anak Krakatau juga terpantau kabut dan asap tidak teramati.

Beberapa kali suara dentuman juga terdengar di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

Peningkatan status Gunung Anak Krakatau ini mengakibatkan masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer dari kawah.

PVMBG atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, baru-baru ini merilis sejumlah wilayah yang dinyatakan sebagai kawasan rawan bencana.

Hal tersebut diunggah dalam akun instagram official PVMBG.

"Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) menunjukan hampir seluruh tubuh G. Krakatau yang berdiameter z 2 Km dan area di seputarannya merupakan kawasan rawan bencana.

Berdasarkan data-data visual dan instrumental potensi bahaya dari aktifitas Gunung Anak Krakatau saat ini adalah lontaran material pijar dan guguran awan panas yang bisa menyebabkan gelombang tinggi di sekitar komplek G. Anak Krakatau.

Kesaksian Warga Korban Tsunami Banten, Lihat Tingkah Aneh Buaya di Pantai 30 Menit Sebelum Tsunami

Striker Persija Marko Simic Lelang Jersey dalam Rangka Peduli Tsunami Selat Sunda

Sedangkan sebaran abu vulkanik tergantung dari arah dan kecepatan angin. Sehingga :

(1) Masyarakat tidak diperbolehkan mendekati G. Anak Krakatau dalam radius 5 km dari Kawah, yaitu di dalam kompleks Krakatau yang dibatasi oleh P. Rakata, Pulau Sertung dan P. Panjang..

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved