Malang Raya

Tiga Hari Air PDAM Macet, Ribuan Warga Di Kota Malang Kesulitan Air Bersih

Gangguan suplai air bersih terjadi karena ada gangguan di sumber penyuplai yakni Sumber Pitu, Tumpang, Kabupaten Malang.

Tiga Hari Air PDAM Macet, Ribuan Warga Di Kota Malang Kesulitan Air Bersih
suryamalang.com/Benni Indo
Warga BTU Blok KR 17 Kota Malang menunggu bak air penuh di depan rumah Donatus Bria, Sabtu (12/1/2019). Sudah tiga hari air PDAM tidak mengalir ke rumah mereka. 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG –Warga Perumahan Bulan Terang Utama (BTU) mengalami kesulitan aliran air dari PDAM, Sabtu (12/1/2019). Aliran air PDAM tidak mengalir sejak Kamis (10/1/2019).

Donatus Bria (42), warga BTU Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang mengaku kesulitan hidup tanpa air. Donatus sedang duduk di sebuah kursi sembari melihat seorang ibu di depannya mengalirkan air ke dalam beberapa galon dan ember.

Air itu adalah air pasokan dari tandon milik pengembang perumahan. Sejumlah ibu-ibu dan anak-anak juga ramai berada di depan rumah Donatus. Mereka menunggu giliran galonnya terisi air penuh.

"Sudah sejak Kamis sore sekitar puku 18.00 aliran air mati. Ini ada air artesis atas bantuan dari pihak developer. Ini saja giliran," ujar Donatus, Sabtu (12/1/2019).

Donatus dan sejumlah warga merasa terbantu dengan adanya bantuan alira air dari tandon milik pengembang. Namun bantuan air itu pun harus dibatasi waktu. Pasalnya, mesin yang berada di tandon harus istirahat terlebih dahulu setelah sekitar tiga hari beroperasi terus menerus.

Kata Donatus, pihak pengembang hanya menyarankan agar air digunakan untuk kebutuhan memasak saja. Sementara untuk mandi, Donatus harus menumpang ke rumah orang tuanya yang berada di Sawojajar.

Ketika ditanya kebutuhan air untuk mencuci, Donatus pun bingung menjawab. "Jadi turun ke bawah, ke rumah orangtua. Saya mandi di sana. Anak-anak juga. Dibuat mandi tidak boleh. Selang masuk rumahpun tidak boleh," katanya.

Donatus sudah tinggal di BUT sejak 2013. Ia adalah orang pertama tinggal di kawasan itu. Sepanjang dia tinggal di situ, baru kali ini gangguan terparah aliran air dari PDAM. "Dulu dua hari saja macet. Ini yang paling parah," katanya.

Sebelum menggunakan PDAM, Donatus mendapat pasokan air dari tandon milik pengembang perumahan. Setiap bulan, ia membayar Rp 25 ribu kepada pengembang. Namun kemudian dia diharuskan menggunakan PDAM.

Selama menggunakan PDAM, ada dua kali kendala aliran air. Pertama terjadi beberapa tahun lalu. Namun dapat teratasi selama dua hari saja. Sejak menggunakan PDAM, Donatus membayar kisaran Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per bulannya.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved