Malang Raya

Rumah Anjasmoro 25 Kota Malang Ditetapkan sebagai Cagar Budaya, Ini Perhatian yang Diberikan Pemkot

Rumah Anjasmoro 25 Kota Malang dibangun perusahaan arsitektur Belanda Smeets, Kooper & Hooger Beets. Rumah itu kemudian dibeli oleh Dr Slamet

Rumah Anjasmoro 25 Kota Malang Ditetapkan sebagai Cagar Budaya, Ini Perhatian yang Diberikan Pemkot
IST
Rumah Anjasmoro 25 di Kota Malang yang kini ditetapkan jadi cagar budaya. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemkot Malang memberikan insentif berupa dana biaya perawatan dan keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada pemilik rumah yang kini ditetapkan sebagai cagar budaya.

"Insentifnya ini nanti adalah pengurangan pajak dan ada biaya perawatan," kata Wali Kota Malang, Sutiaji, usai menetapkan 32 bangunan dan struktur bangunan sebagai cagar budaya, Senin (14/1/2019).

Sutiaji mengatakan, pemberian insentif tersebut adalah upaya Pemkot Malang menjaga bangunan bersejarah yang masih tersisa. Selain itu, hal tersebut juga untuk mewujudkan branding Kota Malang Heritage yang saat ini tengah digagas.

"Kalau kita tidak perhatikan, pelan tapi pasti ini akan punah. Kita sudah kehilangan banyak sekali bangunan heritage yang kini dibongkar dan berubah fungsi," kata Sutiaji.

Pemilik Rumah Anjasmoro 25 Kota Malang menyambut baik penetapan rumahnya sebagai salah satu cagar budaya. Dahulunya, Rumah Anjasmoro 25 Kota Malang dibangun perusahaan arsitektur Belanda 'Smeets, Kooper & Hooger Beets'. Rumah itu kemudian dibeli oleh Dr Slamet dari keluarga Belanda pada tahun 1993.

"Saya pikir itu adalah sebuah reward atau kompensasi yang diberikan oleh pemerintah kepada warganya yang ikut berkontribusi terhadap pembangunan. Dan itu wajar," tutur Irawan Prayitno selaku pemilik Rumah Anjasmoro 25.

Irawan juga berjanji akan terbuka menyambut wisatawan yang akan berkunjung ke rumahnya. Akan tetapi, ada batasan ruangan yang boleh dilihat yakni ruang tamu, ruang kerja, ruang tengah dan ruang makan.

"Dan tentu harus ada kami juga di sana," ucapnya.

Selain Rumah Anjasmoro 25, rumah lain yang juga ditetapkan sebagai cagar budaya adalah bangunan Rumah ex Toko NIMEF dan bangunan Toko Oen. (Aminatus Sofya)

Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved