Citizen Reporter

Cintai Nusantara, Mahasiswi Mungil Ini Belajar Batik di Kampung Budaya Poliwijen, Kota Malang

Kampung tematik di Kota Malang adalah Kampung Budaya Polowijen (KBP). Kampung di Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing ini tak pernah sepi.

Cintai Nusantara, Mahasiswi Mungil Ini Belajar Batik di Kampung Budaya Poliwijen, Kota Malang
adi h
Salah satu mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Debby tertarik dengan membatik. Pekan lalu, Debby berkunjung ke Kampung Budaya Polowijen (KBP) untuk belajar seluk beluk membatik. 

SURYAMALANG.COM - Salah satu destinasi wisata kampung tematik di Kota Malang adalah Kampung Budaya Polowijen (KBP). Kampung yang berlokasi di Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing ini tak pernah sepi dari kegiatan.

Selain memproduksi kriya topeng Malang, KBP juga memproduksi kriya batik. Batik yang dihasilkan adalah batik tulis yang digambar dengan menggunakan canting.

Pengelola Kriya Batik KBP Titik Nur Fajriyah mengatakan, batik KBP memiliki berbagai macam corak, terutama corak topeng Malang yang memang menjadi ciri khas (maskot) KBP.

"Selain corak topeng Malang, ada berbagai macam corak lain, yaitu corak tugu, teratai dan corak bunga," kata Titik di Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Kamis (17/01/2019).

Titik mengatakan, biasanya selain memproduksi, KBP juga memberikan workshop bagi pengunjung yang ingin belajar membatik. Kegiatan rutin membatik inipun banyak mendapatkan perhatian dari pelbagai stakeholders. Mereka datang ke KBP untuk studi banding tentang batik, atau ingin berlatih membatik.

Salah satu mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Debby tertarik dengan membatik. Pekan lalu, Debby berkunjung ke Kampung Budaya Polowijen (KBP) untuk belajar seluk beluk membatik.
Salah satu mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Debby tertarik dengan membatik. Pekan lalu, Debby berkunjung ke Kampung Budaya Polowijen (KBP) untuk belajar seluk beluk membatik. (adi h)

"Kami terbuka bagi siapapun yang ingin belajar membatik di KBP," ujar Titik yang juga Ketua PKK RW 6 kelurahan Polowijen ini.

Salah satu mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Debby tertarik dengan membatik. Pekan lalu, Debby berkunjung ke KBP untuk belajar seluk beluk membatik.

Mahasiswi mungil kelahiran Tarakan ini mengaku baru pertama kalinya belajar membatik. Ia pun mengetahui di KBP terdapat workshop membatik dari media sosial. Tak hanya membatik, pehobi traveling ini ikut nandhur pari (menanam padi) bersama teman-temanya di Polowijen.

Bagi Debby, Indonesia sangat kaya akan motif batik. Tiap-tiap daerah memiliki kekhasan masing-masing yang merupakan kekayaan nusantara.

Salah satu mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Debby tertarik dengan membatik. Pekan lalu, Debby berkunjung ke Kampung Budaya Polowijen (KBP) untuk belajar seluk beluk membatik.
Salah satu mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Debby tertarik dengan membatik. Pekan lalu, Debby berkunjung ke Kampung Budaya Polowijen (KBP) untuk belajar seluk beluk membatik. (adi h)

Usai belajar membatik, ia mengaku sangat terkesan. Pasalnya, ia langsung praktek tahap demi tahap membatik yang dipandu oleh pelatih kriya batik KBP.

"Kegiatan di KBP sangat berkesan sekali. Soalnya, ini pengalaman pertama saya belajar membatik, belajar pegang centing, terus ikut kegiatan tandhur pari. Sekali lagi sangat menyenangkan," kata Debby.

Penyuka bakso Arema ini pun berpesan pada kaum muda khususnya mahasiswa yang mengemban sebagai agen perubahan turut mengembangkan dan melestarikan seni budaya lokal. Atau istilahnya nguri-nguri budoyo.

"Ya, kalau ini sih menurut saya mengajak teman-teman mahasiswa yang lain untuk lebih peduli lagi pada seni budaya. Salah satunya bisa dilakukan juga dengan memposting kegiatan-kegiatan menarik tentang seni budaya di sosial media yang bisa menarik minat teman-teman yang lain," ungkap penyuka karya-karya Ismail Marzuki. ADI H

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved