Breaking News

Kabar Surabaya

Danau Buatan di Surabaya jadi Sarang Buaya Liar, Ada Warga Nyaris Dicaplok

Sukoco (40) nyaris dicaplok buaya ketika menangkapnya di danau buatan (boezem) Kebraon Gang V, Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: yuli
Mohammad Romadoni - SuryaMalang.com
SARANG BUAYA - Danau buatan (boezem) Kebraon Gang V, Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sukoco (40) nyaris dicaplok buaya ketika menangkapnya di danau buatan (boezem) Kebraon Gang V, Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya.

Sukoco menceritakan gigitan buaya yang berukuran sekitar satu meter itu hampir mengenai tangannya. Saat itu, ia menangkapnya memakai tali tambang yang diikat di kepala buaya tersebut.

Tali rangkap tiga putus saat buaya melakukan perlawanan. Akhirnya, dia menggabungkan tali menjadi enam bagian.

"Buaya itu melawan mau gigit tangan kiri saya," ungkapnya, Rabu (27/2/2019).

Dia mengatakan buaya itu akhirnya berhasil masuk ke dalam jebakan berupa jeratan tali tambang. Ia mengangkat buaya itu ke daratan.

"Saya beri lakban mulut buaya biar tidak berbahaya," ujarnya.

Sukoco mengjelaskan awalnya tidak percaya danau buatan itu dihuni buaya liar. Ia seringkali diperingatkan warga setempat yang pernah melihat penampakan buaya itu. Dia tidak mengetahui adal buaya tersebut liar atau diduga sengaja dilepasliarkan oleh pemiliknya.

"Saya tidak tahu buaya itu berasal dari mana memang dari dulu sudah ada tapi baru kali ini ditangkap. Ini buaya muara lebih ganas," jelasnya.

Ditambahkannya, warga berharap supaya ada perhatian dari pemerintah setempat untuk membantu menangkap satu buaya yang masih berada di dalam danau buatan itu. Apalagi, di sekitar lokasi danau buatan itu banyak didatangi anak-anak.

"Masih ada satu buaya berukuran lebih besar daripada yang ditangkap sebelumnya saya harap bisa segera ditangkap biar tidak bikin warga khawatir," pungkasnya.

Kepala Desa Kebraon, Asim (50) memastikan pihaknya bersama Pemkot Surabaya dan petugas BBKSDA akan berupaya secepatnya menangkap buaya tersebut. Sebagai langkah antisipasi pihaknya mengimbau warga setempat agar tidak beraktifitas di sekitar lokasi penangkapan buaya.

"Setiap hari ada dari Linmas mengelilingi danau buatan ini untuk mencari keberadaan satu buaya yang hingga kini belum tertangkap," ucapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved