Kabar Lampung
TKW Diduga Jadi Korban Kekerasan di Uni Emirat Arab, Hilang Setelah Sempat Minta Ditebus Rp 50 Juta
TKW bernama Juriah hingga kini belum bisa dihubungi dan diduga menjadi korban pengangiayaan agennya di Uni Emirat Arab.
SURYAMALANG.COM - Kabar memprihatinkan, seorang Tenaga Kerja wanita (TKW) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab asal kota Metro Lampung dinyatakan hilang kontak.
TKW bernama Juriah hingga kini belum bisa dihubungi dan diduga menjadi korban pengangiayaan di Uni Emirat Arab.
Kabar memprihatinkan ini diketahui dari laporan keluarganya di Lampung yang sempat mendapat kabar keluhan sang TKW sebelum akhirnya tidak dapat dihubungi kembali.
Kabar terakhir yang diterima pihak keluarga dari Juriah pada 13 Maret 2019.
• Anji Sidak Musisi Jalanan di CFD Kota Malang Trending #1 YouTube, Nyanyi Bareng Fans di Jalan Ijen
• Potret Adik Ipar Happy Salma di Laman New York Times, Kisah Cintanya Pernah Menyedot Perhatian Dunia
• 4 Fakta Kekasih Baru Chef Juna, Mantan Peserta Hells Kitchen yang Pernah Kena Semprot Kini Mesra
• Ambisi Lucinta Luna Jadi Perempuan Terbongkar Usai Diramal Denny Darko, Ini Jawaban Soal Pernikahan
Kala itu, perempuan 29 tahun yang telah sembilan bulan berada di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab sebagai TKW, mengaku mengalami kekerasan.
Keluarga Juriah, Kenni yang merupakan warga Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat ini menceritakan, kala itu Juriah sempat menelepon adiknya dan memberi pesan yang menegangkan bagi anggota keluarga.
"Dia bilang minta doa bapak dan ibu. Saya diambil sama majikan lagi, tapi nanti sore dikembalikan ke kantor (Agen). Tapi orang kantor ancamannya kalau kamu balik lagi ke kantor ini, kepala jadi di bawah kaki di atas," kenangnya.
Juriah juga sempat meminta uang sebesar Rp 50 juta.
"Kalau mau pulang bayar denda 50 juta ke agen. Tolong bu carikan duit 50 juta biar saya ini pulang. Badan saya kurus dipukulin terus," ujar Kenni menirukan ucapan anaknya.
Sejak saat itu, Juriah tidak dapat lagi dihubungi.
Ia pun tidak tahu bagaimana nasib anaknya yang tidak bisa lagi dihubungi.
Keluarga bingung harus mengadu kemana karena tidak tahu agen mana yang memberangkatkan anaknya.
Juriah sebelumnya dikabarkan pernah menjadi TKW di Bahrain selama lima tahun. Semua berjalan baik.
Hanya saja, saat menjadi pekerja migran di Abu Dhabi, janda dua anak tersebut mengaku kerap mengalami kekerasan.
"Dia ini (Juriah) ditinggal suami, itu sudah delapan tahun. KTP dan ijazah juga disita pihak agen. Saya minta tolong untuk mencari agen yang memberangkatkan. Supaya anak saya bisa kembali ke pangkuan," tuturnya.