Jendela Dunia
Kisah Psikopat Pembunuh Asal Jepang yang Berhubungan Badan dan Mutilasi Korban-Korbannya
Seorang psikopat asal Jepang tega membunuh gadis kecil lalu melakukan hal keji berikut sebelum akhirnya memutilasi para korban.
Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM – Akhir-akhir ini ditemukan banyak kasus mutilasi di berbagai daerah di Indonesia.
Kejadian luar biasa ini pun membuat geger masyarakat luas dan sempat menyebarkan ketakutan akan adanya psikopat yang berkeliaran di antara mereka.
Namun ternyata, ada seorang psikopat asal Jepang yang telah terbukti dan dihukum setelah melakukan hal-hal keji seperti memutilasi para korbannya.
Tak hanya memutilasi, psikopat asal Jepang ini juga melakukan hubungan badan dengan para korban yang telah ia bunuh sebelum akhirnya memotong-motong tubuh korban ke beberapa bagian.
Dikitp dari Grid.ID, Rabu (15/5/2019), Tsutsomu Miyazaki adalah seorang pembunuh berantai yang merupakan psikopat paling kejam dalam sejarah Jepang.
Miyazaki mendapatkan banyak julukan atas tindakan kejamnya, ia dijuluki sebagai pembunuh otaku, Drakula Miyazaki dan The Little Girl Murderer.
Kejahatan yang dilakukan Miyazaki terjadipada tahun 1988-1989.

• 7 Bukti Kedekatan Ririn Dwi Ariyanti & Anak Tiri Siti Adira Kania, Bak Kakak-Adik & Tampak Seumuran
• Potret Apartemen Baru Lucinta Luna, Seharga 3,5 Miliar Serta Misteri Ranjang Bayi
Selama selang waktu tersebut, Miyazaki diketahui telah membunuh 4 gadis kecil, namun diduga ia telah membunuh lebih banyak lagi.
Miyazaki sejatinya juga mengalami kehidupan suram sejak kecil, sebab ia adalah anak dari hasil hubungan terlarang ayahnya dengan salah satu saudari kandungnya.
Terlahir dengan kelainan pada pergelangan tangan, membuat Miyazaki kerap mendapat intimidasi dan rundungan saat di sekolah.
Tak hanya itu, dengan kekurangan yang ia alami, Miyazaki juga menjadi terbiasa untuk hidup menyendiri.
Miyazaki juga dikenal dengan tingkah laku abnormal sejak kecilnya, salah satunya ia memakan abu kremasi kakeknya sendiri.
Miyazaki juga memiliki kecenderungan bunuh diri semenjak kakeknya meningal.
Hal ini lantaran karena Miyazaki memiliki kedekatan dengan kakeknya dan setelah sang kakek meninggal, dirinya merasa tak ada yang peduli lagi terhadapnya.
Hingga akhirnya Miyazaki terlibat dalam tindakan pembunuhannya pada tahun 1988-1989.