Bocah SD Disandera

Fuad Sempat Pukul Mundur Polisi

Pelaku penyanderaan ini sempat berhasil memukul mundur polisi saat mendekati dirinya di kantor Kodim 0817 Gresik.

Penulis: faiq nuraini | Editor: faiq nuraini

SURYA Malang, GRESIK - Drama penyandaeraan bocah SD di Gresik berlangsung mencekam. Dengan terus menghunus pisau ke arah dada dan leher Rani, Fuad berani membentak petugas polisi.

Pelaku penyanderaan ini sempat berhasil memukul mundur polisi saat mendekati dirinya di kantor Kodim 0817 Gresik. Usai menggeret Rani dari halaman sekolah, pria asal Lombok ini menuju kantor Kodim, persis di depan sekolah Rani.

Rani yang tetap tenang terus disekap Fuad. Kapten Suwanto, salah satu staf Kodim mengajak dan membujuk pelan-pelan Fuad untuk masuk ke ruangannya.

Tapi Fuad menolak karena dia ingin ditemui Dandim langsung. Suwanto pun mengaku  bahwa dirinya adalah Dandim. Fuad nyaris tak percaya karena melihat potongan Suwanto.

Beruntung, pria yang habis kalah judi itu tak paham kepangkatan di jajaran tentara. "Saya hanya ingin bertiga di ruangan ini. Saya, bocah ini, dan Dandim," teriak Fuad.

Sejumlah anggota Polres yang mendekat pun dia bentak. Bahkan Wakapolres Kompol Alfian yang ditunjuk untuk negisiator juga dipukul mundur. Fuad mengusir Alfian dan timnya menjauh dari ruangan Suwanto. Polisi mundur serempak.

Hingga akhirnya, Fuad meminta diantarkan ke Pelabuhan Tanjung Perak untuk pulang ke Lombok. Sebab, pelaku sandera ini terancam nyawanya usai utang karena kalah judi bola. faiq nuraini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved