Ekonomi
Soal Pertamax Langka, Ini Penjelasan Bos SPBU di Malang
Menurutnya, hal ini akan segera teratasi begitu memasuki hari normal, atau hari masuk kerja.
SURYA Online, MALANG - Ketua DPC Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas), Yusuf Hermana berdalih, hari libur ikut andil terhadap langkanya stok Pertamax di Malang Raya.
Menurut Yusuf, gara-gara libur, banyak SPBU yang tak bisa menebus pembayaran di bank.
"Selain itu stok Pertamax kan memang terbatas. Pengusaha memang lebih mementingkan bensin (Premium, Red) karena pasarnya jauh lebih besar," kata Yusuf, Jumat (02/01/2015) siang.
Yusuf mengatakan, kelangkaan Pertamax di akhir pekan seperti ini tergolong wajar karena dua alasan tadi.
Menurutnya, hal ini akan segera teratasi begitu memasuki hari normal, atau hari masuk kerja.
"Normalnya mungkin senin. Kalau sekarang kan masih libur," kata dia.
Menariknya, Yusuf mengaku kaget mengetahui banyak orang yang mempertanyakan kelangkaan Pertamax di pasar.
Dalam pandangannya, kelangkaan Pertamax tidak berimplikasi apapun pada pasar.
Para pengusaha SPBU juga tidak untung dengan kelangkaan ini, karena ketersediaan stok Pertamax memang selalu terbatas.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pertamina menetapkan harga Pertamax untuk Kota Malang turun dari Rp 9.950 ke Rp 8.800. Namun, ketika kebijakan ini ditetapkan, Pertamax di Kota Malang mendadak jadi barang langka.
(Adrianus Adhi)