Kesehatan

Satu Alat Radioterapi Idealnya Layani Sejuta Orang

"Pasien datang dari seluruh Jawa Timur. Bahkan dari Kalimantan, Sumatera, NTT dan Bali. Pasien kami lintas provinsi,"

Editor: fatkhulalami
surya/Sulvi Sofiana
Rusak - Alat Radioterapi di RSSA Malang yang kini tak bisa dimanfaatkan karena rusak. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Idealnya, satu alat radioterapi melayani sejuta orang. Namun, karena jumlahnya yang terbatas, akibatnya pasien bisa antri hingga tujuh bulan. Itulah yang terjadi di Rumah Sakit Dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Jawa Timur saat ini.

Dari dua alat radioterapi di RSSA Kota Malang, yang berfungsi hanya satu alat saja. Sementara satu alat lagi sudah rusak sejak 2014.

Rupanya, RSSA Kota Malang tidak hanya melayani pasien dari Malang.

"Pasien datang dari seluruh Jawa Timur. Bahkan dari Kalimantan, Sumatera, NTT dan Bali. Pasien kami lintas provinsi, yang baru saja disinari dari Samarinda," kata dr Rafiq Sulistyo Nugroho Sp. Onk. Rad,  dokter radiologi RSSA di ruang kerjanya, Rabu (4/3/2015).

RSSA Kota Malang terbuka untuk melayani 38 juta warga Jawa Timur.

Artinya, 38 juta rakyat Jawa Timur ditambah pasien dari berbagai daerah tadi bisa datang ke RSSA Malang untuk berobat namun dengan satu alat radioterapi saja.

Dari keterangan Rafiq , sekitar 50 persen lebih pasien kanker membutuhkan radioterapi. Di samping operasi dan kemoterapi.

"Bahkan, 83 persen pengidap kanker payudara membutuhkan radioterapi," tambahnya.

Rafiq berharap, pemangku kebijakan dapat memahami kondisi yang saat ini tengah dialami RSSA Kota Malang sehingga bisa membantu pengadaan sarana.

(Benni Indo)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved