Kota Malang

RSSA Kota Malang Terima 17 Korban yang Terluka saat Demo Berujung Ricuh

Aksi solidaritas untuk Affan Kurniawan yang dilakukan massa di depan Polresta Malang Kota berakhir ricuh pada Jumat (29/8/2025)

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan
JALANI PERAWATAN - RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang menerima 17 korban, petugas dan massa aksi solidaritas Affan Kurniawan, yang berakhir ricuh pada Jumat (29/8/2025) malam. Dari 17 korban, dua orang masih dirawat dan yang lainnya telah diperbolehkan pulang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Aksi solidaritas untuk Affan Kurniawan yang dilakukan massa di depan Polresta Malang Kota berakhir ricuh pada Jumat (29/8/2025) malam.

Personel Brimob lengkap dengan peralatan huru-hara dan kendaraan water cannon pun didatangkan.

Untuk membubarkan massa yang anarkis, petugas menembakkan gas air mata dan granat kejut (flashbang).

Sub Koordinator Hukum, Humas, dan Ketertiban RS Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Dony Iryan Vebry Prasetyo mengatakan, aksi unjuk rasa yang terjadi di depan Polresta Malang Kota tidak berdampak terhadap bangunan serta pelayanan medis di RSSA.

"Tidak ada kerusakan imbas unjuk rasa. Untuk gas air mata sempat masuk area rumah sakit, namun Alhamdulillah tidak ada pasien yang terdampak langsung," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (30/8/2025).

Akibat kejadian anarkis tersebut, Donny membenarkan petugas dan massa aksi mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RS Saiful Anwar (RSSA) untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca juga: Dugaan Ahmad Sahroni Kabur ke Singapura saat Rakyat Cari DPR Setelah Kata Tolol dan Brengsek

"Ada 17 pasien yang masuk di IGD RSSA semalam. Mereka telah mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," ungkapnya.

Dan untuk kondisi terkini, beberapa di antaranya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit karena kondisi tidak terlalu parah.

"Pada pagi ini, tinggal 2 orang pasien masih dirawat. Sedangkan yang lainnya, sudah diperbolehkan pulang," terangnya.

Saat disinggung terkait kondisi pasien yang dirawat, pihaknya hanya menjawab singkat.

Termasuk, tidak menjelaskan secara rinci kondisi luka pssien tersebut.

"Dengan rincian, satu pasien masih observasi di IGD dan satu pasien masuk rawat inap untuk perawatan selanjutnya," pungkasnya.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved