Malangsiana
Jolen-jolen, Pernik Upacara Hindu yang Hanya Ada di Malang
Wadah ini jadi pernak-pernik wajib setiap umat Hindu menjalani acara Jalanidhipuja di Pantai Balekambang.
SURYAMALANG.COM, BANTUR - Pulau Dewata Bali memang dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia dengan penyebaran penganut Agama Hindu terbanyak di Indonesia.
Tapi, tidak semua pernak-pernik tradisi umat Hindu ada di Bali.
Misalnya, tradisi membawa jolen-jolen yang ada di upacara adat Jalanidhipuja umat Hindu di Kabupaten Malang.
Tokoh Agama Hindu Kabupaten Malang, Hasnawi, mengatakan, tradisi membawa jolen-jolen hanya bisa ditemukan di Malang.
"Kekhasan jolen-jolen itu hanya ada di Malang. Kalau di Bali malah tidak ada jolen," ungkap Hasnawi, yang menjadi panitia acara Jalanidhipuja, yang berlangsung di Pantai Balekambang, Bantur, Kabupaten Malang, Rabu (18/3/2015).
Jolen-jolen adalah wadah berisi hasil bumi.
Wadah ini jadi pernak-pernik wajib setiap umat Hindu menjalani acara Jalanidhipuja di Pantai Balekambang.
Jolen-jolen itu dibawa oleh 48 perwakilan pura-pura di Malang dan sekolah.
Selanjutnya, jolen-jolen itu kemudian dilarung ke laut di akhir acara.
Jalanidhipuja sendiri adalah sebuah kegiatan pembersihan diri dan alam semesta menjelang perayaan Nyepi yang jatuh pada Sabtu (22/3/2015) mendatang.
Dalam acara ini, umat Hindu yang datang diperkirakan mencapai 7000-an orang dari enam daerah, yaitu Malang Raya, Kediri, Pasuruan dan Blitar.
Setelah menjalani upacara ini, pada 21 Maret mendatang, umat Hindu melaksanakan brata Nyepi di rumah masing-masing dengan berpuasa 24 jam mulai pukul 06.00 WIB.
( Sylvianita Widyawati )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/jalanidhipuja-malang-2.jpg)