Sabtu, 16 Mei 2026

Malangsiana

Jolen-jolen, Pernik Upacara Hindu yang Hanya Ada di Malang

Wadah ini jadi pernak-pernik wajib setiap umat Hindu menjalani acara Jalanidhipuja di Pantai Balekambang.

Tayang:
Editor: Aji Bramastra
surya/hayu yudha prabowo
Umat Hindu membawa jolen-jolen dalam prosesi Jalanidhi Puja atau Melasti di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang, Rabu (18/3/2015). 

SURYAMALANG.COM, BANTUR - Pulau Dewata Bali memang dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia dengan penyebaran penganut Agama Hindu terbanyak di Indonesia.

Tapi, tidak semua pernak-pernik tradisi umat Hindu ada di Bali.

Misalnya, tradisi membawa jolen-jolen yang ada di upacara adat Jalanidhipuja umat Hindu di Kabupaten Malang.

Tokoh Agama Hindu Kabupaten Malang, Hasnawi, mengatakan, tradisi membawa jolen-jolen hanya bisa ditemukan di Malang.

"Kekhasan jolen-jolen itu hanya ada di Malang. Kalau di Bali malah tidak ada jolen," ungkap Hasnawi, yang menjadi panitia acara Jalanidhipuja, yang berlangsung di Pantai Balekambang, Bantur, Kabupaten Malang, Rabu (18/3/2015).

Jolen-jolen adalah wadah berisi hasil bumi.

Wadah ini jadi pernak-pernik wajib setiap umat Hindu menjalani acara Jalanidhipuja di Pantai Balekambang.

Jolen-jolen itu dibawa oleh 48 perwakilan pura-pura di Malang dan sekolah.

Selanjutnya, jolen-jolen itu kemudian dilarung ke laut di akhir acara.

Jalanidhipuja sendiri adalah sebuah kegiatan pembersihan diri dan alam semesta menjelang perayaan Nyepi yang jatuh pada Sabtu (22/3/2015) mendatang.

Dalam acara ini, umat Hindu yang datang diperkirakan mencapai 7000-an orang dari enam daerah, yaitu Malang Raya, Kediri, Pasuruan dan Blitar.

Setelah menjalani upacara ini, pada 21 Maret mendatang, umat Hindu melaksanakan brata Nyepi di rumah masing-masing dengan berpuasa 24 jam mulai pukul 06.00 WIB.

( Sylvianita Widyawati )

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved