Gresik
Tujuh Penipu Dibekuk Polisi, Sang Dalang Ngaku Sarjana ITS
Yang mengejutkan, Agung, sang skenario penipuan, mengaku sebagai sarjana Teknik Mesin Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya.
SURYAMALANG.COM, GRESIK – Kepolisian dari Polres Gresik meringkus komplotan penipuan dengan modus bisa memasukkan seseorang ke Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo, mengatakan, aksi penipuan ini didalangi oleh Agung Yudiansyah.
Yang mengejutkan, Agung, sang skenario penipuan, mengaku sebagai sarjana Teknik Mesin Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya.
Ihwal penipuan ini ketika Agung, pada Jumat (3/4/2015), dikenalkan oleh temannya kepada Yendy Setiaji, warga Palangkaraya.
Kepada Yendy, Agung berpura-pura punya teman dekat di internal Fakultas Kedokteran Unair.
Bila mau, Yendy harus menyiapkan uang pelicin Rp 500 juta. Yendy pun tertarik.
Begitu deal, Agung, kemudian menyusun skenario jahat. Ia mengumpukan teman-temannya, untuk menjebak Yendy.
Setelah semua siap, Agung meminta Yendy menemuinya di villa kawasan Tretes, Pasuruan, pada 2 April 2015, pukul 17.00 WIB.
Ketika bertemu,Yendy ditemukan oleh Agung dengan seseorang, yang sedang berpura-pura menjadi profesor di FK Unair.
Skenario Agung tak berhenti di situ. Tiba-tiba saja, tiga teman Agung, masuk ke ruangan membawa pistol, dan menangkap Yendy.
Mereka ternyata berpura-pura menjadi polisi, dan menangkap Yendy dengan tuduhan telah melakukan penyuapan.
Setelah kejadian itu, pada 17 April 2015, Yendy melapor ke Polres Gresik.
Dengan ciri-ciri pelaku yang disebutkan Yendy, polisi melacak dan menangkap satu persatu pelaku.
Polisi menangkap Agung Yudhiansyah selaku dalang skenario penipuan, Muryanto yang menyamar sebagai Prof Achmad Sjarwani, Widiyantoro, dan Achmad Farug, sebagai sopir.
Selain itu, pelaku lain yang terlibat, yakni Agus Kadarisman, Abdillah Akbar Rahmansyah dan Arfian Syafaat yang menyamar sebagai polisi, ikut dicokok.