Malang Raya
Soal Larangan Diskusi Film, UB Berdalih Waktunya Tidak Tepat
"Jam sepuluh malam seharusnya sudah tidak ada kegiatan lagi di kampus. Kalau film itu diputar sampai jam sepuluh malam, lalu acara mereka selesai...
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Polemik larangan pemutaran dan diskusi film Samin vs Semen dan film Alkymonkie yang rencananya digelar Lembaga Pers Mahasiswa Dianns akhirnya dijawab pihak Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Kepala UPT Informasi dan Kehumasan UB, Anang Sudjoko DCOMM mengatakan pihaknya tidak melarang pemutaran film itu, hanya keberatan waktunya.
"Dalam kegiatan mereka, ada beberapa hal yang membuat kami keberatan. Salah satunya jadwal kegiatan acara," kata Anang saat dikonfirmasi suryamalang.com, Jumat (24/4/2015)
Ia menjelaskan agenda pemutaran film tersebut dilakukan pada saat hari libur, yaitu tanggal 1 Mei 2015.
Pihaknya keberatan dengan agenda tersebut karena pada hari itu seluruh pegawai, cleaning service, hingga dosen libur.
Keberatan itu makin bertambah karena acara pemutaran film juga mengundang pihak luar atau masyarakat umum dan digelar malam hari pukul 18.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
Jadwal pemutaran ini bertolak belakang dengan kebijakan jam malam di kampus.
"Jam sepuluh malam seharusnya sudah tidak ada kegiatan lagi di kampus. Kalau film itu diputar sampai jam sepuluh malam, lalu acara mereka selesai jam berapa?," kata Anang.
Alasan tersebut tidak berlaku dengan film Alkymonkie yang juga masuk dalam agenda LPM Dianns.
Kata Anang, film tersebut boleh diputar dengan syarat untuk kalangan terbatas, serta dengan tujuan didiskusikan.
Ia menjelaskan materi film Alkymonkie rawan terjadi gesekan. Dengan mengacu undang-undang nomor 33 tahun 2009 tentang perfilman, maka UB pun melarang film itu diputar untuk umum.
"Jika film itu (Alkymonkie, red) diputar untuk kalangan terbatas, maka kami mempersilahkan. Itupun dengan syarat tidak di hari libur, sehingga dosen juga bisa melihat," tutur Anang.
Terpisah, Rektor UB, Prof M Bisri MS mengaku tidak mengetahui detil pelarangan pemutaran film Semen vs Samin.
Saat dihubungi Suryaonline.com dia menyarankan agar persoalan ini ditanyakan pada dekan FIA UB saja. "Dia yang tahu detil alasannya," kata Bisri.
Polemik ini ramai setelah video seorang dosen marah dan melarang pemutaran film di depan mahasiswa beredar di Youtube. BACA DAN TONTON VIDEONYA : Dosen Marah-marah Melarang Mahasiswa Diskusi Film Ramai di Youtube)
(Adrianus Adhi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/dosen-debat_20150424_122826.jpg)