Rabu, 8 April 2026

Berita Video

Video Dosen Marah-marah Melarang Mahasiswa Diskusi Film Ramai di Youtube

Dosen ini tiba-tiba masuk ruangan dan menyela pembicaraan mahasiswa dan Pembantu Dekan (PD) III.Dia menyebut tayangan film yang akan diputar provokati

Editor: musahadah

SURYAMALANG.COM, MALANG - Sebuah tayangan video youtube diduga perdebatan antara aktivis Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dianns Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) dan seorang dosen beredar di situs berbagi video Youtube.

Perdebatan itu terkait larangan dosen atas rencana kegiatan diskusi dan pemutaran film oleh LPM Dianns FIA UB Malang. Dua film yang akan diputar adalah “Samin VS Semen” dan “Alkinemokiye”.

"Sehubungan dengan surat terbuka yang kami layangkan (LPM Dianns FIA- Universitas Brawijaya Malang), video ini merupakan bukti pernyataan seorang dosen terhadap bentuk penolakan pemutaran film Saminvs Semen dan Alkinemokiye," demikian pengantar di awal tayangan video.

Video yang diunggah oleh akun atas nama LPM Dianns pada 17 April 2015 itu hingga Jumat (24/4/2015) sudah ditonton sekitar 8.100 netizen. Ada puluhan komentar pro dan kontra disampaikan netizen di kolom komentar video itu.

Dalam tayangan itu diberikan keterangan bahwa seorang dosen tiba-tiba memasuki ruangan dan menyela pembicaraan mahasiswa dan Pembantu Dekan (PD) III. Dosen yang disebut berinisial LH itu menyebut tayangan film yang akan diputar provokatif.

Rekaman tampak diambil secara sembunyi-sembunyi. Posisi alat perekam berada di bawah meja diarahkan ke atas.

"Soal substantif itu lebih provokatif dari pada informatif. Itu tidak relevan dengan roh dari fakultas ini. Fakultas punya otoritas," ujar sang dosen berbaju biru.

Mahasiswa beranggapan bahwa isu yang diusung dalam diskusi dan pemutaran itu relevan bagi aktivitas lembaga mahasiswa di kampus.

Namun pihak dosen tetap bersikukuh bahwa film tersebut tak pantas diputar di kampus. Dosen LH kembali menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan penilaian terhadap kedua film itu yang dinyatakan provokatif ketimbang edukatif.

"Kamu lihat di Brawijaya ini, internet pornografi potong, jrettt... Kenapa? Kami punya konsep, kami bertanggung jawab," ujarnya.

Seorang pria di sisi kiri dosen hanya tersenyum-senyum menyaksikan debat antara mahasiswa dan dosen LH. "Diskusi ini kami stop. Berhenti dan itulah arah kami. Saya dipanggil dekan untuk seperti itu," ujarnya.

Tiba-tiba telepon di belakang kursi dosen berbunyi. Seorang perempuan mengangkat dan menjawab telepon.

Perdebatan tampak terhenti. Suanya hening. Video menayangkan sebagian perbincangan selama 8 menit.

Menurut keterangan yang dirilis di laman LPM Dianns, mahasiswa membuat proposal yang dikirim 6 April 2015 kepada pihak Pembantu Dekan III (PD III), selaku otoritas yang berwenang menaungi organisasi kemahasiswaan.

Film bertajuk “Samin VS Semen” bercerita tentang perlawanan warga kawasan Rembang pada produsen pabrik semen nasional. Sementara film “Alkinemokiye” itu berkisah tentang perjuangan buruh dan pensiunan PT Freeport Indonesia di Timika. Kedua film diproduksi Watchdoc.

Pascapolemik ini pihak Universitas Brawijaya akhirnya memberikan klarifikasi. (BACA: Soal Larangan Diskusi Film, UB Berdalih Waktunya Tidak Tepat)

(yudie thirzano/adrianus adhi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved