Kamis, 9 April 2026

Malang Raya

Dekan FIA Universitas Brawijaya Harus Minta Maaf Terbuka Kepada Mahasiswa

Desakan itu disampaikan menyusul aksi pembubaran paksa yang dilakukan pihak dekanat saat pemutaran dan bedah film Alkinemokiye yang digelar Lembaga ..

Editor: musahadah
surya/hayu yudha
RIP DEMOKRASI - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalan Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) membawa poster dalam aksi di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu (6/5/2015). Massa aksi mengecam tindakan represif Dekanat FIA UB yang melarang dan membubarkan paksa acara bedah film Samin Vs Semen dan Alkinemokiye yang digelar LPM DIANNS. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) mendesak pihak dekanat Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya, minta maaf terbuka kepada mahasiswa.

Desakan itu disampaikan menyusul aksi pembubaran paksa yang dilakukan pihak dekanat saat pemutaran dan bedah film Alkinemokiye yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dianns FIA UB, 1 Mei 2015.

“Pihak dekanat harus bertanggung jawab atas insiden itu. Pihak rektorat sudah memberikan ijin tetapi fakultas tidak merepon surat ijin yang diajukan LPM Dianns,” tuntut kooordinator aksi Nanda Pratama, Rabu (6/5/2015).

Selain menuntut dekanat minta maaf, AMPD yang menggelar aksi long march dan tabur bunga di depan FIA dan rektorat ini juga menolak evaluasi akademik pihak dekanat yang memanggil orang tua pengurus LPM Dianns.

Menurutnya, pemanggilan orang tua dalam kasus ini merupakan tindakan represif.

“Mereka (pengurus LPM Dianns) mahasiswa yang tidak punya catatan hitam dalam nilai akademik selama kuliah,” jelas Nanda.

Mereka juga menuntut ada jaminan kebebasan demokrasi termasuk kebebasan pers di lingkungan kampus.

“Pengekangan terhadap kebebasan berpendapat termasuk dalam pelarangan untuk pemutaran film senyap yang terjadi di fakultas teknik tahun lalu,” jelas mahasiswa Hubungan Internasional.

(BACA JUGA : Alumni LPM Dianns Sebut Dekanat FIA UB Bertendensi Langgar HAM)

Saat itu LPM Dianns masih memutar Film Alkinemokiye dan belum mengadakan diskusi terkait isi film.

Namun dari pihak keamanan membubarkan acara dengan alasan acara ini hanya diizinkan hingga pukul 20.30. Tidak selaras dengan surat izin rektorat yang menuliskan waktu selesai penyelenggaraan acara hingga pukul 21.00 WIB.

Polemik antara mahasiswa dan dekanat mencuat setelah tayangan video youtube perdebatan antara aktivis LPM Dianns, FIA UB dan seorang dosen beredar di situs berbagi video Youtube.

Perdebatan itu terkait larangan dosen atas rencana kegiatan diskusi dan pemutaran film oleh LPM Dianns FIA UB Malang. Dua film yang akan diputar adalah “Samin VS Semen” dan “Alkinemokiye”.

Dalam tayangan itu diberikan keterangan bahwa seorang dosen tiba-tiba memasuki ruangan dan menyela pembicaraan mahasiswa dan Pembantu Dekan (PD) III. Dosen yang disebut berinisial LH itu menyebut tayangan film yang akan diputar provokatif.

(BACA DAN LIHAT VIDEONYA: Video Dosen Marah-marah Melarang Mahasiswa Diskusi Film Ramai di Youtube). (sulvi sofiana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved