Malang Raya

Ini Alasan Universitas Brawijaya Membubarkan Pemutaran Film Mahasiswa

Pelarangan acara terkait dengan adanya pihak luar yang diundang dan saat hari libur harus ada petugas khusus sehingga perlu adanya biaya tambahan..

Ini Alasan Universitas Brawijaya Membubarkan Pemutaran Film Mahasiswa
surya/hayu yudha
RIP DEMOKRASI - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalan Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) membawa poster dalam aksi di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu (6/5/2015). Massa aksi mengecam tindakan represif Dekanat FIA UB yang melarang dan membubarkan paksa acara bedah film Samin Vs Semen dan Alkinemokiye yang digelar LPM DIANNS. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Pihak Universitas Brawijaya memiliki alasan khusus membubarkan pemutaran dan diskusi film Alkinemokiye yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dianns FIA UB, 1 Mei 2015.

Kepala Unit Informasi dan Kehumasan, Anang Sujoko mengatakan pembubaran film sebelum pukul 21.00 WIB dikarenakan persiapan yang dilakukan petugas karena area kampus harus clear pukul 22.00 WIB.

“Kesepakatan awal memutar film kisaran tanggal 5 Mei, tapi ternyata diputar 1 Mei. Pelarangan acara terkait dengan adanya pihak luar yang diundang dan saat hari libur harus ada petugas khusus sehingga perlu adanya biaya tambahan serta indikasi lainnya untuk pengadaan acara di hari libur,” tuturnya saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2015).

(BACA JUGA: Dekan FIA Universitas Brawijaya Harus Minta Maaf Terbuka Kepada Mahasiswa)

Terkait rencana evaluasi akademik yang dilakukan dekanat FIA UB dengan memanggil orangtua mahasiswa, menurut Anang evaluasi tersebut merupakan konfirmasi sejumlah pelanggaran yang dilakukan mahasiswa.

“Perlu ada diskusi benar-benar untuk klarifikasi pernyataan. Bukan ketemu satu atau dua pendapat dalam media. Karena sebagian dana pembelajaran biasanya dari orang tua, maka orang tua di panggil untuk konfirmasi juga,”jelasnya.

(BACA JUGA: Alumni LPM Dianns Sebut Dekanat FIA UB Bertendensi Langgar HAM)

Anang menambahkan bahwa saat pertemuan dengan massa sekitar pukul 12.00 WIB, ia menjelaskan bahwa pihak rektorat yang diwakili Wakil Rektor III akan memediasi antara LPM dianns dengan dekanat.

”Kalau hasil tidak bisa langsung, semuanya bertahap. Apalagi dari pihak FIA bilangnya pertemuan orang tua dan LPM dianns sebagai bentuk konfirmasi sedangkan pihak mahasiswa menganggap itu intimidasi,”jelasnya. (sulvi sofiana)

Editor: musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved