Kediri
Bos PT KAI Datang, Warga Justru Bunyikan Lonceng dan Kentongan Tanda Bahaya
Massa yang datang tambah banyak, setelah warga membunyikan lonceng dan kentongan tanda bahaya.
SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Sosialisasi penertiban aset PT Kereta Api Indonesia (KAI) di jalan Pangrango, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur berjalan ricuh.
Petugas PT KAI yang berkeliling untuk melihat asetnya, malah diusir warga, Rabu (19/5/2015).
Pengusiran terjadi saat Made Gerinayasa, Senior Manajer Pengamanan dan Ketertiban Daop 7 Madiun mendatangi tempat kos-kosan yang berdiri di tanah milik PT KAI.
Kegiatan sosialisasi ini, juga diikuti Kepala Daop 7 Madiun Windar bersama pejabat PT KAI Daop 7. Usai menemui ketua RT dan pejabat kelurahan dan kecamatan, kemudian bos-bos PT KAI Daop 7 berkeliling.
Petugas PT KAI kemudian mendatangi salah satu tempat kos untuk menanyakan kepada siapa penghuni kos membayar uang sewa.
Saat petugas masih berdialog dengan penghuni kos kemudian datang Stefanus, pengelola tempat kos serta mengusir Made Gerinayasa.
"Ini rumah saya, sekarang juga Anda harus keluar. Anda masuk tidak izin saya," ungkapnya sambil membentak-bentak.
Mengetahui diusir, Made kemudian bertanya apa bukti memiliki aset milik PT KAI. Keduanya sempat bersitegang dan saling berdebat hingga mengundang kedatangan warga yang lain.
Massa yang datang tambah banyak, setelah warga membunyikan lonceng dan kentongan tanda bahaya.
Sura lonceng dan kentongan, membuat warga ramai-ramai keluar rumah. Warga kemudian mendatangi tempat kos yang didatngi petugas PT KAI.
Dalam waktu sekejap, ada puluhan warga yang keluar rumahnya. Warga kemudian bergerombol di pinggir jalan. Sebagian warga pria kemudian nimbrung ke tempat kos Stefanus dimana ketegangan awal terjadi.
Karena warga yang datang semakin banyak, petugas PT KAI kemudian meninggalkan jalan Pangrango.
(Didik Mashudi)