Kamis, 9 April 2026

Pasuruan

Dua Pekerja Proyek Terseret 50 Meter dan Tewas Disambar Kereta Sri Tanjung

Karena terburu-buru ingin pulang dan bertemu keluarga, Rois yang berboncengan dengan Solikin menerabas perlintasan kereta.

Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Irwan Syairwan
Motor korban yang diterjang KA Sri Tanjung sat masih berada di tepi rel tempat kejadian, Kamis (21/5/2015) 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Setiap pengendara harus esktra waspada dan jangan nekat ketika berada di lintasan Kereta Api (KA). Jangan seperti dua pria yang tewas di perlintasan kereta Desa Rejosolor, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (21/5/2015).

Gara-gara nekat menerobos perlintasan kereta itu, nyawa M Rois (37) membonceng rekannya, Solikin (47) melayang. Mereka disambar Kereta Api Sri Tanjung jurusan Surabaya-Banyuwangi.

Rois dan Solikin merupakan pekerja proyek. Keduanya usai mengerjakan proyek plengsengan sungai di desa Rejosolor pada pukul 16.00.

Karena terburu-buru ingin pulang dan bertemu keluarga, Rois yang berboncengan dengan Solikin menerabas perlintasan kereta. Padahal, lampu perlintasan menunjukan akan ada kereta lewat.

Kondisi perlintasan yang berbatu dan berlubang, menyebabkan sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai korban melaju lambat. Dari arah barat, Kereta Api Sri Tanjung jurusan Surabaya-Banyuwangi melaju kencang.

"Masinis kereta tadinya sudah membunyikan klakson, tapi seperti tidak terdengar oleh korban. Langsung tersambar dan terseret 50 meter," kata M Arief, warga Desa Rejosolor yang menyaksikan kejadian itu.

Baik Rois maupun Solikin langsung tewas di tempat dengan kondisi tubuh mengenaskan.

Perlintasan kereta Desa Rejoso memang tidak memiliki palang pintu. Pemberitahuan akan adanya kereta hanya melalui lampu merah seperti trafic light pada umumnya.

Arief menuturkan, korban tertabrak kereta di perlintasan ini sudah cukup banyak terjadi. Pada 2014, seorang petambak juga tertabrak kereta saat hendak menyeberang rel.

"Kalau ada palang pintu mungkin lebih aman," ujarnya.

Kecelakaan ini mengakibatkan macet panjang di jalur Pantura Tapal Kuda sepanjang 5 Km. Jasad Rois dan Solikin langsung dibawa ke kamar mayat RSUD R Soedarsono Pasuruan.

(Irwan Syairwan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved