Malang Raya

Bisnis Laundry di Malang Akan Makin Ribet, Ini Sebabnya

Pemkot Malang telah mengajukan revisi peraturan daerah (Perda) terkait air, dimana ada satu penambahan aturan lagi, yaitu terkait bisnis laundry.

Bisnis Laundry di Malang Akan Makin Ribet, Ini Sebabnya
Kontan.co.id/ANTARA
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Bisnis laundry menjadi salah satu peluang usaha primadona di Kota Malang.

Apalagi alasannya kalau bukan banyaknya mahasiswa.

Tapi, bagi mereka yang mengelola bisnis ini, atau berencana menjalankan bisnis ini, dipastikan tak bisa lagi sembarangan menjalankan bisnis. 

Pasalnya, Pemkot Malang telah mengajukan revisi peraturan daerah (Perda) terkait air, dimana ada satu penambahan aturan lagi, yaitu terkait bisnis laundry.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Malang, Nuzul Nur Cahyo menjelaskan, pembahasan perda terkait air itu untuk menyesuaikan pemberlakuan Undang-undang 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Perda sebelumnya, kata Nuzul, adalah Perda nomor 14 tahun 2001 tentang Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), Perda nomor 15 tahun 2001 tentang Analisis Dampak Lingkungan Hidup, nomor 16 tahun 2001 tentang pengendalian pencemaran air dan nomor 17 tahun 2001tentang konservasi air adalah aturan lama.

"Peraturan ini penyesuaian. Nanti, 70 persen isinya hampir sama dengan UU 32 tahun 2009, tapi nanti ada kebijakan yang sifatnya lokal," jawab Nuzul.

Kebijakan yang sifatnya lokal ini seperti pengawasan pabrik yang membuang limbah, penjagaan dan lain-lain.

Revisi aturan ini sudah mendapat tanggapan positif dari dewan. Pansus Perda terkait air juga sudah dua kali membahasnya.

Mereka juga sudah berkunjung ke Yogyakarta untuk melakukan studi banding.

Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (21/5/2015) hingga Sabtu ini, menghasilkan catatan penambahan item dalam agenda pembahasan mereka. Salah satunya adalah terkait keberadaan pengusaha laundry di kota yang harus di atur dalam perda.

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto, yang juga ketua pansus terkait air ini, menjelaskan pengusaha laundry harus wajib mengolah limbah laundry. “Mereka harus mengolah limbahnya agar tak berbahaya bagi masyarakat atau lingkungan,” tambah Bambang saat dihubungi Surya, Sabtu (23/5/2015).

Aturan mengolah limbah cair ini, juga berlaku sama dengan pabrik-pabrik, atau rumah sakit. Mereka juga wajib mengolah limbahnya.

“Kami melihat aturan untuk mengolah limbah laundry penting dimasukan dalam perda terkait limbah, sebab limbah laundry juga berbahaya bagi lingkungan,” kata Bambang. (Adrianus Adhi)

Editor: Aji Bramastra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved