Malang Raya
Jukir Alun-alun Malang Tak Mempan Diamuk, Tetap Pungut Parkir Rp 2.000
Para jukir memang sempat menurunkan tarif menjadi Rp 1.000, tapi itu tidak bertahan lama. Hanya berselang sekitar dua jam, tarif kembali Rp 2.000
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tindakan Handi Priyanto selaku Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang yang marah kepara juru parkir (Jukir) Alun-alun Merdeka Malang pada Minggu (21/6/2015) karena menaikkan tarif sebesar Rp 2000, tidak memberi efek jera.
Para jukir memang sempat menurunkan tarif menjadi Rp 1.000, tapi itu tidak bertahan lama. Hanya berselang sekitar dua jam, tarif kembali menjadi Rp 2.000.
Sore hari, ketika banyak orang mendatangi Alun-alun Malang sembari menunggu maghrib, para jukir kembali menaikan tarif menjadi Rp 2.000.
"Iya mas, Rp 2000. Tarif keamanan helm," kata seorang jukir kepada SURYAMALANG.COM.
Ketika ditanya tentang peringatan yang dilkukan Hendi, jukir yang tidak ingin disebutkan namanya itu membenarkan.
Namun lagi-lagi ia menegaskan kalau tatif Rp 2.000 merupakan tatuf parkir sekaligus keamanan helm.
"Iya, tadi pagi kami dibariskan. Tapi beneran mas. Ini untuk keamanan helm," tegasnya.
Seorang pengunjung yang memarkirkan motornya tampak kecewa mengetahui tarif parkir kembali naik.
Ia sempat bertanya banyak kepada Jukir terkait naiknya tatif. Namun ia mengalah.
"Saya tidak mau ribut. Saya kecewa dengan pelayanan seperti ini. Pemkot harus tegas terhadap pelanggaran ini," papar Najamuddun Khairurrijal salah seorang pengunjung Alun-alun Malang.
Seperti diberitakan sebelumnya, para jukir sempat mendapat teguran keras dari Kadishub Kota Malang Handi Priyanto karena menaikkan tarif sepihak sebesar Rp 2.000.
"Ini karcis apa? Karcis fotokopian gini dipakai. Siapa yang menyuruh kamu menaikkan tarif parkir? Tarifnya masih Rp 1.000," tegas Handi kepada jukir.
(Benni Indo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/alun-alun-merdeka-malang_20150621_190237.jpg)