Senin, 20 April 2026

Malang Raya

Perbaiki Mesin Rusak, Pekarja Tewas Setelah Kepala Tertimpa Mesin Produksi

saat korban sedang berusaha mencari sumber masalah penyebab macetnya mesin, ada bagian atas mesin yang patah. Seketika bagian atas menimpa kepala.

Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM//Sylvianita Widyawati
Suasana rumah duka Agus Eko di Kecamatan Tumpang, Malang ketika jenazahnya tiba, Senin (22/6/2015). Agus mendapatkan kecelakaan kerja di PT Shica Jaya Sentosa 

SURYAMALANG.COM, PAKIS - Eko Agus Susanto (32), buruh PT Shica Jaya Sentosa di jalan Raya Sumber Pasir, Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur bernasib buruk.

Warga Dusun Praparan, Desa Tulus, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, ini tewas setelah tertimpa mesin di tempatnya bekerja, Senin (22/6/2015).

Informasi yang diperoleh SURYAMALANG.COM menyebutkan, kejadian yang dialami Eko Agus terjadi sekitar pukul 10.00 di tempat produksi PT Shica Jaya Sentosa.

PT Shica Jaya Sentosa memproduksi lembaran calcium slicate board atau bahan pengganti tripleks untuk plafon maupun dinding.

Saat itu, Eko Agus disuruh temannya untuk memperbaiki salah satu mesin produksi di pabrik itu yang macet. Korban memeriksa bagian-bagian untuk mencari penyebab macetnya mesin produksi tersebut.

Tapi sial, saat korban sedang berusaha mencari sumber masalah penyebab macetnya mesin, ada bagian atas mesin yang patah. Seketika bagian atas mesin menimpa kepala korban.

"Korban mengalami luka di kepala dan sudah divisum di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi. Mesin yang menyebabkan kecelakaan itu kami beri garis polisi," kata Kapolsek Pakis, AKP Sony Setyo Widodo.

Dikatakan Sony, peristiwa itu murni kecelakaan kerja. Ia juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malang dalam penyelidikan kasus itu. Termasuk untuk pemenuhan hak-hak korban dari perusahaan.

"Kami sudah meminta keterangan beberapa saksi di lokasi. Pabrik tetap boleh beroperasi, kami hanya menyegel satu mesin produksi yang menyebabkan kecelakaan," ujarnya.

Syaiful Efendi, Ketua DPD PPP Kabupaten Malang menambahkan, korban adalah keponakannya. Korban meninggalkan dua anak. Korban sudah bekerja di Shica sejak empat tahun.

"Dari keluarga mengganggap itu sebagai takdir. Tapi tolong perbaiki keselamatan kerja agar tidak menelan korban lagi, khususnya tenaga kerjanya," ungkap Syaiful.

Katanya, setelah kecelakaan itu, korban dibawa ke RS pun dengan baik mobil pick-up. Padahal di dekat lokasi pabrik juga ada puskesmas.

"Perusahaan segede itu juga tidak memiliki ambulans sendiri. Di sana juga tidak punya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)," kata dia.

Ia minta ke Bupati Malang agar menghentikan dulu produksi pabrik itu selama tiga hari agar bisa didapatkan menyebab kematian keponakannya.

Informasi yang ia dapatkan, perusahan itu sering terjadi laka kerja, tapi tenaga kerja tidak melaporkan ke polisi.
Pihak perusahaan lewat HRD-nya telah mendatangi rumah duka pada Senin (22/6/2015). Ia berharap polisi bisa mengungkap kasus laka kerja ini dan perusahaan harus meningkatkan keselamatan tenaga kerjanya.

(Samsul Hadi/Sylvianita Widyawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved