Malang Raya

Hasil Razia Pemkot Malang Temukan 10 Jenis Makanan Mengandung Zat Berbahaya

"Kami belum tahu bahan pengawet apa yang ada di makanan itu. Apakah boraks atau bahan pengawet lain. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium,"

surya/samsul hadi
Anggota Satpol PP Kota Malang memeriksa kemasan makanan di Giant Pulosari, Kamis (2/7/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang memastikan makanan dan minuman untuk konsumsi Lebaran di Kota Malang aman.

Disperindag sudah melakukan pantauan makanan dan minuman di sejumlah pasar tradisional dan toko modern pada dua pekan sebelum Lebaran.

"Makanan dan minuman konsumsi Lebaran aman. Kami sudah melakukan inspeksi di pasar dan toko modern untuk memantau makanan dan minuman yang kedaluwarsa dan mengandung zat berbahaya," kata Kepala Disperindag Kota Malang, Tri Widyani, Senin (13/7/2015).

Dikatakannya, hasil inspeksi yang dilakukan Disperindag ke 10 pasar tradisional dan 40 toko maupun pasar modern menemukan sejumlah makanan dan minuman kedaluwarsa.

Makanan dan minuman kedaluwarsa itu langsung dimusnahkan di lokasi. Disperindag juga menggandeng polisi, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP dalam melakukan pantauan makanan dan minuman.

"Ada lebih dari 50 item makanan yang diketahui kedaluwarsa selama digelar inspeksi. Kami sudah memusnahkan makanan dan minuman itu," ujarnya.

Selain menemukan makanan dan minuman kedaluwarsa, Disperindag juga mendapati makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya.

Ada 10 item makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya yang sekarang masih diuji laboratorium. Jenis makanan yang diduga mengandung zat berbahaya tersebut, yakni, mie dan krupuk.

"Kami belum tahu bahan pengawet apa yang ada di makanan itu. Apakah boraks atau bahan pengawet lain. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan," katanya.

Kepala Seksi Pengawasan Barang Beredar Disperindag Kota Malang, Agus Sumarwanto mengatakan, jika hasil uji laboratorium terbukti makanan itu mengandung bahan pengawet berbahaya, maka Disperindag akan melakukan menelusuri produsen makanan itu.

Sanksi yang diberikan ke produsen itu bisa berupa pencabutan izin usaha.

"Kalau produsennya industri rumah tangga, nanti yang memberi sanksi Dinkes. Karena Dinkes yang mengeluarkan izin pembuatan makanan," katanya.

Dikatakannya, hasil uji laboratorium biasanya keluar dalam waktu satu bulan. Sekarang Disperindag masih menunggu hasil uji laboratorium.

"Sejumlah makanan itu memang dicurigai mengandung zat berbahaya. Kecurigaan itu muncul dari warna dan bau makanan tersebut," ujarnya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved