Minggu, 17 Mei 2026

Jagad Aneh

Ilmuwan Temukan Fosil Aneh di Cina, Naga Bukan Lagi Sekadar Mitos?

Fosil berumur 125 juta tahun ini memperlihatkan bahwa dinosaurus lain mungkin saja tampak seperti "burung besar yang berbulu".

Tayang:
Editor: Aji Bramastra
bbc.com
Fosil dinosaurus bersayap yang ditemukan di Tiongkok. 

SURYAMALANG.COM, TIONGKOK -Naga menjadi salah satu lambang yang mengingatkan kita akan sebuah bangsa : Tionghoa.

Ya, Liong, demikian orang Tionghoa menyebut naga, merupakan binatang mitos yang banyak diceritakan dalam legenda bangsa Tionghoa.

Berbentuk mirip seperti ular raksasa, bersisik, punya kaki kecil dan sayap, naga sudah lama dikenal sebagai binatang yang selalu ada di cerita-cerita kuno bangsa Tionghoa, tapi tak pernah terbukti eksistensinya.

Nah, baru-baru ini, ilmuwan telah menemukan dinosaurus bersayap, yang menurut mereka dalam puncak evolusi untuk menjadi seekor burung.

Makhluk setinggi dua meter itu terkubur dengan baik di bebatuan kapur menyusul ledakan gunung berapi di kawasan Cina timur laut.

Fosil berumur 125 juta tahun ini memperlihatkan bahwa dinosaurus lain mungkin saja tampak seperti "burung besar yang berbulu".

Inikah bukti bahwa naga bukan sebuah mitos belaka?

Tak ada yang bisa menjawab, tapi dinosaurus 'baru' ini dinamakan Zhenyuanlong, yang artinya "naga Zhenyuan" untuk menghormati orang yang membeli fosil itu, untuk diserahkan kepada sebuah museum di Jinzhou, Cina, agar bisa diteliti lebih lanjut.

Ilmuwan sendiri memperkirakan binatang itu tak bisa terbang, meski punya sayap, sehingga tak sama dengan sifat naga.

University of Edinburgh dan Chinese Academy of Geological Sciences bekerja sama meneliti makhluk ini dan hasilnya diterbitkan di jurnal Scientific Reports.

Peneliti utama, Dr. Steve Brusatte, mengatakan ini merupakan "fosil tunggal pertama yang paling indah yang pernah ia teliti."

Menurut Steve, makhluk ini memiliki lengan yang pendek dan tertutup bulu berlapis, seperti bulu yang dipakai untu membuat pena zaman dulu.

"Maka, sekalipun hewan ini adalah kerabat dekat velociraptor, ia lebih mirip dengan kalkun atau burung pemakan bangkai." ujar Steve.

Dr. John Nudds, pengajar senior di University of Manchester, menjelaskan kepada BBC bahwa temuan itu merupakan bagian dari "gambaran rumit yang bermunculan" seiring banyaknya bukti baru "bahwa banyak dinosaurus yang kemungkinan memiliki bulu seperti burung, atau bulu tipis seperti anjing."

Halaman 1/2
Tags
Tiongkok
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved