Senin, 27 April 2026

Malang Raya

Abah Anton Siapkan Hadiah Ini Supaya PKL di Malang Tak Bergejolak

Pemkot Malang sudah berkali-kali memberikan sosialisasi kepada PKL. Pemkot Malang juga sudah mengajak dialog para PKL.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Adrianus Adhi
Sejumlah pedagang kaki lima di Jalan Pasar Besar Kota Malang kini mulai berjualan kembali. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang, M Anton mengatakan tetap akan melakukan pendekatan secara persuasif kepada pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Besar.

Bantuan pasukan gabungan dari TNI dan Polri hanya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi tindakan kekerasan saat dilakukan penertiban.

"Ini dalam rangka penegakan Perda demi menjaga kebersihan lingkungan di Kota Malang. TNI dan Polri ikut memberikan bantuan keamanan. Kami tetap mengedepankan pendekatan persuasif," kata Anton, Minggu (26/7/2015).

Dikatakannya, Pemkot Malang sudah berkali-kali memberikan sosialisasi kepada PKL. Pemkot Malang juga sudah mengajak dialog para PKL.

"Sebenarnya kami juga tidak ingin seperti ini. Tapi untuk mengantisipasi kejadian tidak baik, kami dibantu TNI dan Polri. Saya berharap, jangan sampai kejadian seperti kemarin terulang," ujarnya.

Di sisi lain, kata Anton, Pemkot Malang juga segera menata PKL di kawasan Pasar Besar ke Jalan Ade Irma Suryani. Setelah penataan berjalan, Pemkot Malang akan memberikan bantuan gerobak kepada para PKL. Ia ingin para di Jalan Ade Irma Suryani seragam seperti PKL di Taman Trunojoyo.

"Disperindag yang akan melakukan pendataan dan memberikan bantuan gerobak. Biar terlihat bersih, tidak kumuh. Seperti PKL di Taman Trunojoyo. Makanya, kami berharap PKL segera pindah ke Jaanl Ade Irma Suryani," katanya.

Selain itu, dikatakannya, Pemkot Malang juga akan melakukan operasi yustisi terhadap para PKL. Pemkot Malang akan mengutamakan PKL dari dalam Kota Malang.

"Akan kami cek kependudukannya. Karena informasi dari masyarakat, banyak PKL yang berasal dari luar kota. Kami akan mengutamakan PKL dari dalam kota," ujarnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Malang, Agoes Edy Proetanto menyatakan sudah melakukan persiapan penjagaan kawasan, Senin (27/7/2015). Ia sudah memasang tenda di enam titik yang sudah ditentukan. Tiap titik akan dijaga petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri.

"Mulai besok, petugas gabungan akan siaga di kawasan Pasar Besar dan Alun-alun Merdeka," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pasukan gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP mulai melakukan penjagaan di kawasan Pasar Besar dan Alun-alun Merdeka mulai Senin (27/7/2015). Pasukan gabungan akan berjaga-jaga di enam titik di kawasan itu mulai pagi hingga malam.

Keenam titik tersebut, yakni, samping kantor BI, Gereja samping Masjid Jami', SD Kauman, depan Pemkab Malang, Perempatan Optik Melawai, dan di depan Pasar Besar. Pasukan gabungan melibatkan, TNI AU, TNI AD, TNI AL, dan Polres Malang Kota.

Para PKL menganggap rencana Pemkot Malang melibatkan militer dalam pengamanan kawasan Pasar Besar berlebihan. Para PKL merasa menjadi musuh negara sehingga harus dijaga ketat oleh militer. PKL berharap ada ruang mediasi yang dilakukan Pemkot Malang untuk mencari solusi permasalahan PKL di kawasan Pasar Besar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved