Breaking News
Selasa, 14 April 2026

Malang Raya

Ini Pesan Dinas Pendidkan Kota Malang ke Orangtua Siswa

Orangtua harus berkomunikasi dengan para guru. Khususnya guru yang akan mengajar sang anak

Penulis: sulvi sofiana | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Sulvi Sofiana
Puluhan orangtua menjemput siswa baru di SMA tugu yang hari ini melaksanakan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB), Senin (27/7/2015) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan aturan teknis yang berkaitan dengan hari pertama masuk sekolah.

Aturan itu terkait dengan kewajiban sekolah melaksanakan upacara bendera setiap Senin, kewajiban orangtua wajib mengantar anaknya ke sekolah di hari pertama masuk, kewajiban berdoa bersama-sama ketika akan mengawali dan mengakhiri proses pembelajaran di kelas dan siswa wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum belajar.

Menanggapi aturan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah menghimbau agar orangtua mengantarkan anaknya selama sepekan ke sekolah barunya.

“Sosialisasi memang masih awal, dan peraturan itu masih baru. Jadi untuk mempererat hubungan antara orangtua dengan guru yang saling bekerja sama untuk dapat memecahkan persoalan siswa. Baik dalam belajar atau pergaulan di sekolah, maupun di rumah. Karena selama ini orangtua ke sekolah ketika pembagian rapor atau saat perpisahan,” paparnya.

Aktivitas ini tidak sebatas mengantar anak di luar pagar sekolah saja. Kemudian siswa masuk sekolah dan orangtua pulang sambil keduanya melambaikan tangan. Namun orangtua harus benar-benar ikut masuk sampai di dalam kelas.

Setelah sampai di dalam sekolah, orangtua harus berkomunikasi dengan para guru. Khususnya guru yang akan mengajar sang anak. Dengan maksud bahwa orangtua tua menitipkan anaknya kepada guru di sekolah.

Selain itu penerapan wawasan kebangsaan juga harus ditanamakan, hal ini juga dapat dilakukn dengan menyanyikan lagu Indonesia raya di setiap awal pembelajaran.

“Dengan adanya aturan baru ini semoga dapat terlaksana dengan baik, karena ini merupakan langkah untuk mengenalkan kembali kepada siswa pengetahuan tentang Indonesia,” ungkapnya.

Hal tersebut dirasa Ida, sapaan akrab Zubaidah, merupakan hal yang tidak berat dilaksanakan apabila semua pihak memiliki niat untuk maju.

Sosialisasi ini seiring dengan larangan siswa baru untuk membawa motor ke Sekolah. Hal ini ditanggapi positif oleh orangtua siswa SMAN 1 Malang, Pujo Sugito (55) yang mengantar dan menjemput anaknya selama pekan MOPDB.

“Kalau menyanyi lagu kebangsaan saya sudah tahu, kalau dihimbau mengntar sampai dalam belum tahu,” jelasnya.

Demikian juga sejumlah orangtua lain yang mengantarkan anaknya hanya sampai gerbang sekolah.

“Kalau berangkat naik angkot, masih terlalu pagi. Makanya saya antar, selanjutnya juga akan seperti itu sampai di izinkan membawa motor oleh sekolah,” jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved