Malang Raya
Proyek CSR Digugat Walhi, Pabrik Pocari Sweat Rugi Ratusan Juta
"Karena pekerjaan dihentikan, otomatis para pekerja juga harus pulang. Kami juga sudah memutus kontrak dengan rekanan,"
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - PT Amerta Indah Otsuka, produsen dari minuman isotonik Pocari Sweat, mengalami kerugian ratusan juta dari dampak berhentinya proyek CSR mereka, merevitalisasi Hutan Malabar di Kota Malang.
Humas PT AIO, Glenn Noya mengatakan pihaknya akhirnya mengehntikan proyek sejak Kamis (9/9/2015).
Penghentian ini dilakukan setelah pembangunan hutan kota di Malang itu, dipermasalahkan oleh sejumlah aktivis lingkungan hidup, termasuk Walhi.
Menurut Glenn, pihaknya sudah menginstruksikan pekerja mengemasi barang-barang yang ada di lokasi.
"Karena pekerjaan dihentikan, otomatis para pekerja juga harus pulang. Kami juga sudah memutus kontrak dengan rekanan," kata Glen saat mengunjukan Hutan Kota Malabar, Jumat (11/9/2015).
Dikatakannya, sekarang PT Amerta Indah Otsuka sedang menghitung pekerjaan yang sudah dilakukan rekanan.
PT Amerta Indah Otsuka, segera menyelesaikan kewajiban terhadap rekanan. Dari hasil penghitungan, pekerjaan proyek revitalisasi hutan kota yang sudah dilaksanakan sekitar 20 persen.
Biaya pekerjaan proyek yang sudah terlaksana diperkiran mencapai Rp 700 juta dari total biaya yang akan dikeluarkan, yakni, Rp 2,5 miliar.
"Kami selesaikan dulu kewajiban-kewajiban kami dengan rekanan. Kami juga akan berkoordinasi lagi dengan Pemkot Malang," ujarnya.
Pantauan di lokasi, pekerjaan proyek revitalisasi sudah setengah jalan. Pekerjaan proyek yang sudah terlaksana, yakni, pembangunan jogging track.
Pekerja juga sudah membuat lubang-lubang untuk penambahan penanaman pohon. Rangka besi untuk membangun rumah pohon juga sudah dipasang.
Sebagian material terlihat masih menumpuk di lokasi. Tempat duduk bagi pengunjung juga sudah dibangun. "Bisa dilihat, tidak ada penebangan pohon dalam pekerjaan revitalisasi hutan kota ini," kata Glen.
Sebelumnya, PT AIO akan mendanai proyek pembangunan hutan kota di Malang.
Hutan kota yang sebelumnya gelap dan sering dipakai tempat mesum, akan dipercantik dengan lampu taman dan fasilitas publik lain seperti jogging park.
Tapi, rencana ini malah ditentang oleh sejumlah aktivis lingkungan hidup.
Gara-garanya, para aktivis menganggap rencana memperbagus hutan kota ini malah membuat hutan kota akan kehilangan fungsi alaminya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/hutan-malabar-mlg_20150823_195445.jpg)