Malang Raya
Tak Tahu Ada Simulasi Perampokan, Karyawan BI Nangis Sesenggukan
Saya langsung lari keluar, tapi di depan ada rampok yang bawa senjata api. Saya balik lari ke belakang sambil nangis.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Ni Ketut Kurniawati kaget bukan kepalang saat mendengar ledakan menyerupai bom di kantornya, Senin (14/9/2015).
Dengan kondisi panik, wanita berjilbab, itu berusaha lari keluar kantor.
Tapi sial, saat ia hendak lari keluar ada lima perampok bersenjata api yang berdiri di pintu masuk kantor BI Malang. Ni Ketut pun berbalik lari ke belakang kantor sambil menangis.
Sedangkan, kelima perampok bersenjata api merangsek ke dalam dan memecahkan kaca pelayanan di kantor BI.
"Awalnya saya mendengar ledakan. Lalu satpam teriak ada bom dan menyuruh pegawai keluar kantor. Kebetulan posisi kerja saya di depan," kata Ketut.
"Saya langsung lari keluar, tapi di depan ada rampok yang bawas senjata api. Saya balik lari ke belakang sambil nangis. Saya tidak tahu kalau aksi ini hanya simulasi. Saya mengira ini aksi perampokan sungguhan," tambah dia.
Ia baru sadar aksi perampokan itu hanya simulasi, setelah diberitahu anggota Den B Pelopor Sat Brimob Polda Jatim.
Petugas berusaha menenangkannya sambil memberitahu kalau aksi ini hanya simulasi.
"Saya dikasih minum sama petugas, dan diberitahu kalau ini hanya simulasi," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pelaksanaan simulasi memang rahasia. Semua pegawai tidak ada yang tahu kalau ada simulasi. Semua pegawai juga mengira aksi perampokan ini sungguhan.
"Tidak ada yang tahu kalau ada simulasi ini. Memang seperti sungguhan," katanya.
Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Dudi Herawadi mengatakan simulasi ini diselenggarkan untuk mengetes kesiapan petugas keamanan dan pegawai di kantor BI Malang apabila terjadi aksi teror dan perampokan.
Simulasi ini memang didesain mendekati kenyataan. Untuk itu, ia tidak memberitahu pegawai soal kegiatan simulasi penanganan teror.
"Tidak lebih dari dua pegawai yang tahu soal kegiatan simulasi ini. Makanya semua karyawan panik. Kami ingin simulasi ini mendekati kenyataan, untuk mengetes kesiapan pegawai dan petugas keamanan di kantor BI," kata Dudi.
Dikatakannya, kegiatan simulasi ini sebagai upaya pencegahan apabila terjadi tindakan teror maupun perampokan di kantor BI. Apalagi, sekarang kondisi ekonomi sedang lesu. "Kami juga sudah menyediakan alat seperti alarm dan metal detector di kantor. Kalau ada apa-apa, alat itu bisa difungsikan lebih awal," ujarnya.
Pasi Ops Den B Pelopor Sat Brimob Polda Jatim, AKP Supriyadi, mengatakan simulasi ini atas permintaan BI Malang. Dalam simulasi ini, ia menerjunkan 27 personel dari Unit Pengendalian Teror Den B Pelopor Sat Brimob Polda Jatim. Ia juga membawa kendaraan rantis baracuda, peralatan penjinak bom, dan persenjataan.
Ia menjelaskan, skenario simulasi, yakni, ada lima perampok yang akan beraksi di kantor BI Malang. Kelima perampok itu meledakan bom untuk memecah kepanikan pegawai di kantor BI Malang. Setelah itu, perampok masuk ke dalam kantor untuk menjarah uang.
Petugas menerima laporan dari masyarakat soal aksi perampokan di kantor BI Malang. Petugas langsung meluncur ke lokasi. Petugas berusaha menggagalkan aksi perampokan. Petugas berhasil melumpuhkan kelima perampok. "Dalam simulasi itu, dua perampok ditembak mati, dan tiga ditangkap hidup-hidup," ujarnya.
Dikatakannya, dari hasil simulasi, kesiapan satpam kantor BI Malang dalam menghadapi aksi teror masih kurang. Petugas keamanan di kantor BI Malang masih terlalu panik saat menghadapi aksi teror. "Perlu ada pelatihan lagi. Seharusnya mereka segera melakukan penyeterilan di lokasi," katanya. (sha)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/simulasi-teror-bi_20150914_155902.jpg)