Rabu, 27 Mei 2026

Blitar

Astaga, Mulutnya Dibekap Jilbab, Lalu Diperkosa di Dekat Polsek

Korban berhasil kabur, berlarian ke jalan raya meski dalam kondisi bugil..

Tayang:
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Aji Bramastra
suryamalang.com
Korban saat berada di Polsek Talun. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Ketenangan warga Kelurahan Banjang, Kecamatan Talun, mendadak terusik sesaat setelah terdengan suara perempuan berteriak minta tolong, Kamis (1/10/2015) dini hari.

Perempuan itu berlari ke arah jalan raya, Jurusan Malang-Blitar, sambil tak mengenakan busana.

Wanita itu ternyata baru saja menjadi korban pemerkosaan. Ia ketakutan dikejar dua pria yang memperkosanya.

Akhirnya, korban ditolong warga, sedang kedua pria itu ketakutan, melihat korban ditolong warga.

Korban telanjang bulat karena pakaiannya, mulai pakaian dalam, baju, celana, dan sandal, dibawa kedua pria itu.

Selanjutnya, polisi datang dan langsung mengamankan kedua pelaku itu. Polisi cepat datang karena TKP-nya hanya berjarak sekitar 300 meter dari Polsek Talun.

"Korban sempat dipinjami pakaian warga karena pakaiannya dibawa kedua pria itu," kata AKP Subondo, Kapolsek Talun.

Setelah diperiksa di Polsek Talun, korban ternyata seorang wanita 34 tahun berasal dari Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun.

Sedang kedua pria itu diketahui bernama Putra (19), warga Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun, dan Ridlwan (19), warga Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi.

"Saat ini keduanya sudah kami tahan, karena telah berbuat tak senonoh dan menganiaya korban. Bahkan, akibat perbuatan keduanya itu, kepala korban dijahit lima jahitan. Itu karena ia dipukul dengan kayu," ujar Subondo.

Menurut Subondo, kejadian itu berawal dari kedua pelaku itu minum di Alun-alun Kecamatan Wlingi. Sehabis minum, Ridlwan mengantarkan Deni, pulang, dengan berboncengan sepeda motor.

Di tengah jalan, tepatnya di dekat lapangan Sepak Bola Desa Bajang, yang kondisinya gelap, mereka melihat ada perempuan berjalan sendirian. Itu sekitar pukul 03.00 WIB. Oleh pelaku, si perempuan yang tak lain korban itu disapanya.

Karena korban menanggapi, pelaku menawarinya untuk diantarkan pulang. Korban pun tak keberatan.

Akhirnya, korban dibonceng dengan di duduk diantara kedua pelaku. Namun, tak langsung diantarkan pulang, melainkan diajak putar-putar di lapangan sepak bola tersebut.

Sebentar kemudian, kedua pelaku itu memaksa untuk memerkosanya. Meski korban meronta namun tak kuasa.

Halaman 1/2
Tags
Blitar
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved