Malang Raya

Tosan Akan Tempati Kamar Khusus di RSSA Malang, ini Penjelasannya

Tosan juga selalu diawasi empat polisi setiap hari untuk menjaga keamanan.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Adrianus Adhi
Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dan Wali Kota Malang M Anton saat menyambangi Tosan, aktivis penolak tambang pasir di Lumajang yang menjadi korban pengeroyokan di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar, Malang, Selasa (6/10/2015) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Malang menyiapkan kamar kelas satu bagi Tosan (48). Ini dilakukan setelah tim dokter melihat kondisi bapak tiga anak ini berangsur-angsur membaik.

Hal tersebut disampaikan dokter kepala yang menangani Tosan, dr Muhammad S Niam, MKes SpB-KBD pada wartawan, seusai mendampingi kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf di RSSA, Selasa (6/10/2015) sore.

“Infeksi paru-parunya sudah mereda, lukanya sudah mengering, dan sebetulnya kami (tim dokter) sudah diskusi, lalu memastikan bahwa Pak Tosan sudah boleh pindah ke kamar perawatan biasa tapi sementara ini belum dilakukan,” kata Niam.

Niam menjelaskan, salah satu pertimbangan Tosan belum dipindah ke kamar biasa lantaran faktor keamanan, dan kenyamanan pasien yang lain.

Sekadar diketahui, Tosan menjalani perawatan di rumah sakit ini menggunakan BPJS. Apabila merujuk aturan BPJS, maka Tosan mendapat perawatan di kelas tiga, yang satu kamar dihuni oleh tiga pasien.

Kondisi ini tentu mempengaruhi kenyamanan pasien lain, sebab Tosan juga selalu diawasi empat polisi setiap hari untuk menjaga keamanan.

“Ini kondisi extraordinary dan tentu kondisi seperti itu tak bisa dilakukan pada Tosan,” tambah Niam.

Niam yang juga menjabat Kepala Instalasi Rawat Inap RSSA menyatakan, saat ini tengah mencari kamar yang sesuai dengan kondisi pengamanan, dan kenyamanan Tosan.

“Saat ini masih kami cari ruangan yang sesuai, mungkin seperti ruang isolasi di kelas satu,” tambah Niam.

Untuk biaya perawatan, Niam memastikan bahwa managemen RSSA akan membantu.

"Kemarin ada pembicaraan dengan LPSK (Lembaga Penjamin Saksi dan Korban,) dan managemen bahwa pembiayaan Pak Tosan akan terjamin," tambahnya.

Selain kondisi yang telah membaik, Niam juga memaparkan bahwa peralatan medis yang terpaasang di tubuh Tosan saat ini hanya menyisakan peralatan oksigen.

Selain itu, Tosan saat ini juga sudah bisa berbicara dengan durasi panjang. Kendati demikian, Niam belum bisa menyarankan bahwa Tosan dapat diperiksa polisi atau belum. Ia berdalih kondisi pernafasan Tosan masih belum stabil jika dicecar beragam pertanyaan oleh penyidik.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved